Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

IMF: Resiko Overheating Asia Perlu Direspons Lebih Awal

Senin, 29 April 2013 15:51 WIB
Dibaca 461

Monexnews -

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik akan menguat secara bertahap sepanjang 2013, dipicu oleh penguatan proyeksi perekonomian global. Namun masih ada risiko ketimpangan finansial di beberapa bagian kawasan ini.

IMF melaporkan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik sepanjang 2013 berpotensi stabil di angka 5.7%. Proyeksi ini lebih rendah ketimbang perkiraan terakhir yang dirilis Oktober tahun lalu. Proyeksi pertumbuhan terbaru Asia turut dipicu penguatan permintaan domestik serta aliran modal yang kuat. Arus modal yang digerakkan oleh pelonggaran kebijakan moneter di AS, Uni Eropa, dan Jepang ini berpotensi untuk menaikkan harga aset serta mendongkrak pertumbuhan kredit.

Namun, IMF juga menebar sinyal bahwa aliran modal semacam itu berpeluang menimbulkan risiko overheating. Risiko itu akan muncul bila arus modal bertemu dengan efek pelonggaran kredit di beberapa negara.

Berdasarkan definisi IMF, kawasan Asia Pasifik juga mencakup Australia, Selandia Baru, serta negara-negara Asia Selatan yakni Bangladesh, India, dan Sri Lanka. Beberapa negara yang menghadapi pertumbuhan kredit tertinggi dalam kuartal terkini, termasuk Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Menurut IMF beberapa negara khususnya Asia Tenggara mulai memanas tapi belum mengalami overheating. "Oleh sebab itu pembuat kebijakan moneter perlu bersiap-siap merespons lebih awal dan tegas terhadap setiap risiko overheating,” papar IMF.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar