Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news GBPUSD turun ke 1.2972 pasca teror bom di Inggris

world-economy  World Economy

IMF Restui Pelonggaran Moneter Jepang

Jumat, 31 Mei 2013 11:03 WIB
Dibaca 467

Monexnews - International Monetary Fund (IMF) pada hari Jumat (31/05) menyatakan dukungannya terhadap program pencapaian inflasi 2% yang tengah dilancarkan oleh pemerintah Jepang. Lembaga donatur Internasional ini tidak menganggap penurunan nilai tukar Yen sebagai sesuatu yang menimbulkan masalah.

Pemerintahan Shinzo Abe memang sedang giat mengucurkan dana besar ke sistem perekonomian guna menggenjot gairah bisnis dan pasar kredit dalam negerinya. Konsekuensinya sendiri cukup masif karena kurs valuta Yen terus melemah hingga ke rekor rendah sejak akhir tahun 2012. Banyak pihak mempertanyakan aksi Tokyo mengingat dampaknya menjalar hingga ke negara tetangga seperto Korea Selatan. Namun pihak IMF membela keputusan Jepang dan menilai semua kebijakan berada dalam koridor politik dan ekonomi internasional.

"Selama kebijakan moneter bertujuan mendorong perekonomian domestik melalui reformasi fiskal yang tertatat, maka kinerja Yen bukan sesuatu yang problematis," bunyi pernyataan resmi IMF dalam laporan konsultasi dengan pihak Jepang. Untuk jangka menengah, lembaga ini meyakini kurs Yen dan neraca berjalan pemerintah akan kembali ke level yang normal dan mewakili fundamental ekonomi riil Jepang. IMF memuji efek dari program pembelian obligasi Bank of Japan sejauh ini, terutama jika mengacu pada rapor data ekonomi beberapa waktu terakhir. Namun IMF memperingatkan Jepang supaya mulai memikirkan cara baru untuk keluar dari strategi ini jika target sudah tercapai. "Risiko (moneter) memang masih terkendali, tetapi gelembung dana dalam neraca Jepang bisa menimbulkan masalah baru," ulas IMF.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar