Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

IMF Salah Langkah dalam Penanganan Krisis Yunani

Kamis, 6 Juni 2013 10:20 WIB
Dibaca 484

Monexnews - International Monetary Fund (IMF) pada publikasinya hari Rabu mengakui bahwa terdapat salah perhitungan dalam proses pemberian dana talangan (bailout) Yunani. Dalam sebuah studi internal, IMF mengklaim pihaknya dan Uni Eropa salah dalam menangani mekanisme bailout pertama senilai 110 miliar Euro karena asumsi pertumbuhan mereka terlalu optimis dan restrukturisasi hutang agak telat dilakukan.

Poin utama dari studi IMF menyatakan bahwa terdapat kekeliruan dalam langkah pemaksaan bagi investor untuk menerima kerugian dari surat hutang beracun Yunani tahun 2011 silam. Hal itu seharusnya bisa diantisipasi lebih lanjut jika otoritas mau mengakui bahwa program awal tidak berjalan lancar. Hasil studi kian memperkuat opini akan adanya pertentangan di IMF, baik secara internal maupun dengan Uni Eropa. Beberapa pejabat IMF dan pemerintah Eropa (khususnya Jerman) sudah sejak lama mengajukan wacana 'haircuts' bagi surat hutang Yunani, namun ide itu mendapat perlawanan dari beberapa pejabat penting lainnya, yang meyakini Yunani bisa diselamatkan.

Menurut sumber CNBC di kantor IMF, dana moneter dan Uni Eropa menutup mata dalam menyikapi kondisi Yunani. Proyeksi pertumbuhan mereka terhadap negara tersebut tidak realistis karena situasi fiskal Athena terlanjur memburuk. IMF memang sudah berargumen ke publik bahwa pihak otoritas telah menyepelekan dampak berantai dari pemangkasan anggaran terhadap perekonomian negara itu. Namun sesungguhnya Christine Lagarde dan kolega justru menghadapi masalah yang lebih besar di sana, mengingat administrasi pemerintahan Yunani jauh lebih buruk ketimbang apa yang terlihat dari luar.

Tidak lama sesudah menyadari bahwa bailout pertama tidak bekerja sesuai harapan, IMF dan Uni Eropa kembali mengucurkan dana talangan ke-dua senilai 172 miliar Euro pada bulan Februari 2012. Jumlah itu termasuk dalam total biaya restrukturisasi hutang swasta sebesar 200 miliar Euro. Krisis Yunani merupakan peristiwa kebangkrutan terbesar dalam sejarah dan memberikan pelajaran berarti kepada pemangku kebijakan Eropa. Pejabat tinggi zona Euro sampai sekarang masih trauma dengan pil pahit Yunani dan berjanji tidak akan melakukan 'haircuts' lainnya di masa depan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `