Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

Indonesia Absen dalam Peresmian Bank Kreditur 'Made in China'

Jumat, 24 Oktober 2014 11:47 WIB
Dibaca 1206

Monexnews - Keputusan China untuk mempelopori pendirian bank simpan pinjam ala World Bank dan Asian Development Bank (ADB) tidak mendapat dukungan dari 3 negara besar di kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat bahkan merasa langkah itu tidak perlu karena lembaga kreditur yang sudah ada sekarang mampu mengakomodasi kepentingan anggotanya. 

China menjadi sponsor utama pendirian Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), lembaga kreditur baru yang ditujukan untuk mengakomodasi peminjaman dana pembangunan bagi negara-negara di Asia. Dengan bermodalkan kas awal $50 miliar, AIIB diluncurkan pada hari Jumat ini (24/09) di Beijing.

Pihak Amerika Serikat menentang keras pendirian bank kreditur baru dan mengklaim keberadaannya hanya untuk menyaingi Bank Dunia dan ADB, yang selama ini memang dikenal sebagai perpanjangan tangan Washington di negara-negara berkembang. Sejak menjadi negara perekonomian terbesar sejagad, Tiongkok memang giat memperluas pengaruhnya di sektor bisnis maupun politik ke negara-negara mitra dagang, salah satunya adalah dengan mendirikan bank kreditur baru.

Sikap Amerika mendapat dukungan dari 3 negara besar di Asia Pasifik. Perwakilan dari Australia, Indonesia dan Korea Selatan tidak hadir dalam peluncuran AIIB beberapa jam lalu sehingga memunculkan spekulasi bahwa inisiatif China tidak mendapat support dari negara tetangga.

Launching AIIB diselenggarakan melalui sebuah upacara yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Lou Jiwei dan delegasi dari 21 negara termasuk India, Thailand dan Malaysia. Tujuan utama dari pembentukan bank ini adalah menyediakan fasilitas dana bagi negara-negara Asia yang membutuhkan modal untuk pembangunan infrastruktur. China akan menjadi penyandang dana terbesar dengan kontribusi modal awal mencapai 50%.

Tidak ada keterangan resmi dari pihak Indonesia terkait ketidakhadiran wakilnya dalam peluncuran AIIB. Padahal Indonesia merupakan lokasi pertama di mana Presiden Xi Jinping mengutarakan gagasannya soal AIIB di bulan Oktober tahun lalu. Laporan media yang beredar menyebut bahwa absennya 3 negara besar Asia Pasifik atas permintaan dari Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry. Indikasi ini diperkuat oleh kehadirannya dalam seremoni pelantikan presiden Indonesia dan pertemuannya dengan Joko Widodo beberapa hari lalu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar