Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Indonesia Naikan Rasio Cadangan Sekunder Untuk Menopang Rupiah

Kamis, 15 Agustus 2013 20:23 WIB
Dibaca 523

Monexnews - Indonesia memerintahkan kepada para pemberi pinjaman untuk menyisihkan lebih banyak dana di dalam obligasi bank pemerintah dan bank sentral seiring melambatnya pertumbuhan yang terhalang oleh para pembuat kebijakan yang naikan suku bunga acuan untuk mendukung mata uang.

Bank sentral meningkatkan persyaratan simpanan sekunder, yang terdiri dari obligasi pemerintah dan sertifikat Bank Indonesia, dari 2.5 persen menjadi 4 persen. Kata banks sentral pada hari ini. Suku bunga acuan bertahan di level 6.5%, sesuai dengan prediksi 16 dari 25 ekonom yang di survei oleh Bloomberg News, dengan sisanya memperkirakan adanya kenaikan.

Indonesia sedang berjuang pada melemahnya pertumbuhan pada saat tingginya harga bahan bakar yang memacu melonjaknya inflasi ke level tertinggi dalam 4 tahun dan rupiah diperdagangkan di level terlemah sejak tahun 2009. Langkah bank sentral untuk memberikan dukungan pada mata uang telah mendorong cadangan devisa ke level terendah dalam hampir tiga tahun, memaksa para pejabat untuk menggunakan kebijakan lainnya untk mengendalikan likuiditas dan meredakan perkiraan inflasi.

Langkah-langkah kebijakan makro dengan mengetatkan likuiditas akan berikan beberapa dukungan dalam jangka pendek untuk rupiah,” kata Chua Hak Bin, seorang ekonom di Bank of America Corp. di Singapore.” Kami melihat dampak jangka pendek akan terbatas pada dinamika inflasi dari langkah-langkah ini. Kami pikir inflasi mungkin akan menjadi lebih tinggi dalam dua bulan kedepan.”

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar