Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Industri Otomotif Eropa Kian Terpuruk

Senin, 17 Juni 2013 16:10 WIB
Dibaca 664

Monexnews -

Produsen mobil Eropa kian tenggelam dalam kesulitan, terhambat persoalan ekonomi yang belum juga melunak. Angka penjualan turun dalam lima tahun berturut-turut, dan tampaknya akan memasuki tahun keenam pada 2013.

Sejumlah besar manufaktur merugi. Namun, pemerintah dan serikat pekerja justru berusaha menumbangkan restrukturisasi sehingga menyebabkan jumlah pabrik yang tak menguntungkan kini bertambah, sebanyak 58 dari 100 pabrik perakitan otomotif terbesar di Eropa beroperasi di bawah 75% dari kapasitas mereka. Pada level semacam ini, pabrik mobil biasanya akan merugi.

Meningkatnya jumlah pabrik yang menganggur memperlihatkan perbedaan tanggapan Amerika Serikat dan Eropa dalam mengatasi krisis industri otomotif. Untuk kasus ini, perbandingan dapat dilihat dari cara produsen mobil di Detroit, Amerika, berjuang sepanjang periode 2008 dan 2009.

Di Detroit, kebijakan pemerintah federal memicu pelemahan General Motors Co (GM) dan Chrysler Group LLC. Mereka akhirnya bangkrut, sehingga terpaksa menutup barisan pabrik, merumahkan karyawan, sekaligus memangkas jaringan penjual.

Namun kini GM kembali tumbuh dan mencetak keuntungan. Hal yang sama juga terjadi di Chrysler, yang mayoritas sahamnya dimiliki Fiat SpA Italia. Sementara itu di Eropa, pemerintah dan serikat buruh berupaya mencegah penutupan pabrik untuk mempertahankan pekerjaan. Hambatan ini menunda restrukturisasi, sehingga menyulitkan produsen otomotif untuk kembali meraih keuntungan.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar