Senin, 25 September 2017

world-economy  World Economy

Inflasi Jepang Lebih Lambat Dari Perkiraan Di Bulan Agustus

Jumat, 26 September 2014 8:53 WIB
Dibaca 478

Monexnews - 

Inflasi Jepang datang lebih lambat dari perkiraan di bulan Agustus, menyoroti resiko yang akan di hadapi oleh Guburnur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dalam mendorong harga untuk naik 2%.

Harga konsumen yang tidak termasuk makanan segar naik sebesar 3.1% dari setahun yang lalu, di tunjukan oleh biro statistik pada hari ini di Tokyo, hasil tersebut berada di bawah estimasi median untuk pembacaan kenaikan 3.2% dalam survei Bloomberg terhadap 31 ekonom. Dilucuti oleh dampak dari kenaikan pajak penjualan di bulan April, inflasi berada di level 1.1%, menurut estimasi BOJ.

Konsumsi yang lemah setelah kenaikan pajak telah membabani inflasi, menambahkan beban terhadap sebagian besar pandangan ekonom bahwa negara tersebut tidak akan mencapai target harga 2%. Kuroda mengatakan bahwa harga berada di jalur untuk mencapai target mereka di kisaran itu mulai di kisaran pada bulan April 2015.

"Harga berada di bawah tekanan untuk turun" karena tidak ada prospek untuk kenaikan yang solid dalam belanja konsumen, kata Hiromichi Shirakawa, kepala ekonom di Credit Suisse Group AG di Tokyo dan mantan pejabat BOJ. "Kemungkinan skenario BOJ berantakan dan mereka akan memaksa untuk menambah stimulus di bulan Desember atau Januari."

Bank of Japan telah mengatakan bahwa harga konsumen akan naik sekitar 1.25% untuk beberapa waktu sebelum berakselerasi untuk mencapai target mereka dan Kuroda pada pekan lalu mengatukan bahwa dia perkirakan harga akan naik kembali di antara bulan Oktober dan Maret.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar