Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Inflasi Jepang Masih 0.1% Di Bulan Februari Jelang Kenaikan Pajak

Jumat, 28 Maret 2014 9:39 WIB
Dibaca 377

Monexnews -

Tingkat inflasi Jepang sesuai dengan perkiraan di bulan Februari menjelang kenaikan pajak penjualan pada pekan depan yang dapat menjadi tantangan dalam upaya Bank of Japan dalam memicu kenaikan harga sebesar 2% .

Harga konsumen di luar makanan segar naik sebesar 1.3%  dari setahun yang lalu, di katakan oleh biro statistik pada hari ini di Tokyo, sesuai dengan estimasi median dari 30 ekonom yang di survey oleh Bloomberg  News pada indeks inflasi kunci BOJ. Belanja rumah tangga turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan dan penjualan retail melambat, sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 3.6%,  berdasarkan data lainnya yang di rilis pada hari ini.

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia berada di jalur untuk kontraksi dalam satu kuartal dalam periode tiga bulan seiring melambatnya tingkat belanja setelah dampak dari kenaikan pajak penjualan sebesar 3% di bulan April. Perdana Menteri Shinzo Abe harus mengarahkan negaranya dalam melalui rintangan tersebut, dengan penasihat untuk perdana menteri mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan memutuskan apakah di bulan Mei mereka akan menambahkan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya atau tidak.

“BOJ mungkin pada akhirnya akan di persuasi untuk mengambil tindakan untuk meningkatkan angka inflasi,” kata Junko Nishioka, kepala ekonom di Royal Bank of Scotland Group Inc, di Tokyo, sebelum data di rilis.

Inflasi inti mungkin akan settle di kisaran 1.2% atau 1.3% selama enam bulan ke depan, kata Nishioka, mantan pejabat BOJ.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar