Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Inflasi RI Lebih Kondusif dibandingkan Perkiraan

Senin, 3 Juni 2013 11:11 WIB
Dibaca 399

Monexnews - Data resmi inflasi Indonesia bulan Mei baru saja dirilis hari ini (Jumat 03/06). Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 5.47% dibandingkan bulan Mei tahun 2012 atau lebih rendah dibandingkan estimasi ekonom yang sebesar 5.68%. 

Sementara untuk perhitungan bulanan, CPI Mei turun 0.03% atau jauh di bawah ekspektasi kenaikan yang sebesar 0.17% namun masih lebih tinggi dibandingkan rasio penurunan CPI bulanan April lalu yang -10%. Adapun inflasi inti Indonesia tercatat naik 3.99% dibandingkan angka bulan Mei tahun lalu dan atau lebih rendah dibandingkan catatan bulan April yakni +4.12%.

Beberapa jam sebelumnya, sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Dow Jones menilai CPI bulan Mei akan lebih tinggi kenaikannya dbandingkan April. "Harga bahan pangan meningkat sehingga CPI akan ikut naik," ujar Juniman, Chief Ekonom Bank Indonesia, seperti dilansir oleh Dow Jones. Menurutnya, produk-produk yang harganya naik cukup signifikan di bulan Mei antara lain daging, ayam dan kedelai. "Pelemahan Rupiah juga menambah inflasi impor Indonesia," tambahnya. Kurs Rupiah menyentuh rekor terendahnya pekan ini dan kini terpantau di 9810.

Dalam taklimat pasca pelantikannya sebagai Gubernur Bank Indonesia dua pekan lalu, Agus Martowardojo menyebut laju inflasi sebagai fokus utama kepemimpinannya. Stabilitas harga dianggap sebagai modal utama untuk menciptakan ekonomi yang kuat sekaligus tahan banting dari ancaman gejolak internasional. Dalam masa jabatan lima tahun ke depan, Agus Martowardojo berkomitmen untuk membuka diri terhadap kenaikan suku bunga acuan, menjaga nilai tukar Rupiah dan melakukan apapun demi mencapai tingkat inflasi ideal.

Ujian bagi BI dari sisi inflasi akan datang dalam satu dua bulan ke depan, saat pemerintah resmi menaikkan harga BBM untuk menggerus beban anggaran nasional. Agus dituntut untuk mampu menyesuaikan kebijakan bank sentral dengan dinamika fiskal yang terjadi akibat kebijakan pemerintah tersebut, khususnya terkait ancaman inflasi pasca penetapan harga BBM baru. Mantan gubernur BI, Darmin Nasution, pekan lalu memperkirakan inflasi bisa naik sampai 7.8% di akhir tahun apabila pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar. Angka tersebut jauh di atas kisaran target bank sentral antara 3.5% dan 5.5% untuk tahun 2013.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar