Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

Inflasi Rusia Meroket, Harga Pangan Makin Tidak Terkendali

Rabu, 4 Februari 2015 13:50 WIB
Dibaca 546

Monexnews - Di tengah kelesuan ekonomi domestik, harga-harga produk konsumen di Rusia semakin menggila. Menurut laporan media lokal, harga bahan pangan semakin tidak terjangkau dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Moscow Times, lonjakan harga makanan membuat pemerintah mulai berpikir untuk menetapkan batas harga atas untuk beberapa produk. Wacana ini dihembuskan karena sudah ada keluhan dari pihak konsumen selama musim dingin. “Kami sedang mempelajari cara pengaturan batas harga makanan, terutama dari aspek hukum," kata Wakil Perdana Menteri Rusia, Arkady Dvorkovich. Kemungkinan besar pemerintah akan memberikan wewenang lebih luas kepada badan pengawas usaha untuk mengawal aturan ini apabila jadi berlaku.

Kenaikan harga pangan mungkin tidak masalah akan tetapi jika menyangkut jenis produk-produk penting maka ceritanya menjadi berbeda. Inflasi tinggi sedang dialami oleh Rusia, di mana levelnya merupakan yang tertinggi sejak krisis keuangan tahun 2008 silam yakni di kisaran 11,4%. Wakil PM Rusia bahkan memperkirakan inflasi bisa menembus 17% di bulan Maret mendatang. Kini untuk sekitar 5 kilogram kacang saja, warga Rusia harus merogoh kocek 2216.16 Ruble atau setara dengan $33.20. Harga itu terbilang mahal jika dibandingkan dengan harga sebelum krisis Ukraina dan embargo barat.

Kombinasi antara embargo ekonomi blok barat dan tren penurunan harga minyak dunia menjadi biang penurunan kinerja ekonomi Rusia. Situasi semakin memburuk di level konsumen setelah sanksi Amerika turut mencakup produk-produk pangannya. Di saat yang sama, depresiasi mata uang Ruble telah memaksa pemerintah Rusia mengambil kebijakan tidak populer berupa penetapan suku bunga tinggi. Performa harga minyak yang buruk telah menjatuhkan nilai mata uang Rusia sampai 40% sepanjang tahun 2014. Pemerintah bahkan memiliki pekerjaan rumah baru berupa tekanan inflasi yang meningkat dari waktu ke waktu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `