Selasa, 28 Maret 2017

world-economy  World Economy

Infrastruktur Tertinggal, Ekonomi Indonesia Belum Bisa Tumbuh 7 Persen

Jumat, 3 April 2015 10:44 WIB
Dibaca 1164

Monexnews - Ketertinggalan di bidang infrastruktur merupakan salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dapat mencapai potensi maksimalnya, yang dapat saja tumbuh di atas 7 persen. Ketertinggalan tersebut antara lain disebabkan belum adanya lembaga pembiayaan khusus infrastruktur serta lemahnya kesadaran dalam pembangunan infrastruktur.

Dalam forum diskusi mengenai Bank Infrastruktur pada Kamis (2/4) di Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, selama ini, pembangunan infrastruktur di Indonesia masih mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, kapasitas APBN untuk pembiayaan infrastruktur masih terbatas.

“APBN-nya pada masa lalu sangat dibebani belanja-belanja yang mengikat, termasuk subsidi BBM (bahan bakar minyak), yang bisa menghabiskan sampai Rp250 triliun dari total budget kita, sehingga alokasi untuk infrastruktur menjadi sangat terbatas,” ungkap Menkeu.

Dengan kemampuan APBN yang terbatas tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu harapan bagi pembiayaan infrastruktur. “Dulu ada Bapindo yang seharusnya kalau sesuai jalurnya, seharusnya menjadi lembaga pembiayaan infrastruktur,” tambahnya.

Namun, BUMN yang khusus menangani pembiayaan pembangunan infrastruktur pada masa lalu tersebut tidak dapat memaksimalkan fungsinya. Dalam perkembangannya, Bapindo justru mengarah menjadi bank umum, sehingga tidak dapat merealisasikan pembiayaan infrastruktur. “Karena nature bank umum, maka sebagian besar simpanan bersifat jangka pendek, padahal proyek infrastruktur durasinya jangka panjang, sehingga terjadi maturity mismatch,” urai Menkeu.

Kombinasi keterbatasan anggaran dan tidak adanya BUMN yang khusus menangani masalah pembiayaan infrastruktur tersebut, menurut Menkeu, merupakan penyebab kurang berkesinambungannya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat, tingginya permintaan tidak dapat diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak dapat tumbuh seoptimal mungkin.

“Pertumbuhan ekonomi itu adalah dari sisi demand, kalau demand tidak diimbangi sisi supply yaitu infrastruktur, akan ada suatu titik dimana kita tidak bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Dan perkiraan kita salah satu sebab kenapa Indonesia tidak bisa tumbuh seperti yang orang katakan, potensinya bisa 7 persen atau lebih, salah satunya adalah karena kita sudah ketinggalan di bidang infrastruktur,” pungkasnya.(nv)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar