Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

Inggris Berniat Jadi Anggota Bank Kreditur Bentukan China

Jumat, 13 Maret 2015 12:40 WIB
Dibaca 1232

Monexnews - Pemerintah Inggris resmi mengajukan proposal sebagai salah satu anggota Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang dikomandoi oleh China. Lembaga kreditur ini dibentuk sebagai sumber pendanaan infrastruktur bagi negara-negara berkembang di Asia.

China menyambut baik niat Inggris untuk bergabung dengan AIIB, tetapi pemerintahnya masih harus berkonsultasi dengan negara pendiri lain sebelum mengetuk palu. Jika tidak ada penolakan berarti, Inggris akan resmi menjadi anggota AIIB di akhir bulan ini. Dalam pernyataannya di situs resmi pemerintah, Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, menyatakan negaranya akan menjadi negara Eropa pertama yang ikut ambil bagian dalam struktur AIIB selain 27 negara lainnya. Negara-negara berkembang yang sudah ambil bagian lebih dulu antara lain India, New Zealand, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Qatar dan Oman.

Keputusan China untuk mempelopori pendirian bank simpan pinjam ala World Bank dan Asian Development Bank (ADB) sempat tidak mendapat dukungan dari 3 negara besar di kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat bahkan merasa langkah itu tidak perlu karena lembaga kreditur yang sudah ada sekarang mampu mengakomodasi kepentingan anggotanya.

China menjadi sponsor utama pendirian Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), lembaga kreditur baru yang ditujukan untuk mengakomodasi peminjaman dana pembangunan bagi negara-negara di Asia. Dengan bermodalkan kas awal $50 miliar, AIIB diluncurkan pada tanggal 24 Oktober 2014 di Beijing.

Pihak Amerika Serikat mengklaim keberadaan AIIB hanya untuk menyaingi Bank Dunia dan ADB, yang selama ini memang dikenal sebagai perpanjangan tangan Washington di negara-negara berkembang. Sejak menjadi negara perekonomian terbesar sejagad, Tiongkok memang giat memperluas pengaruhnya di sektor bisnis maupun politik ke negara-negara mitra dagang, salah satunya adalah dengan mendirikan bank kreditur baru. Sikap Amerika mendapat dukungan dari 3 negara besar di Asia Pasifik. Perwakilan dari Australia, Indonesia dan Korea Selatan tidak hadir dalam peluncuran AIIB sehingga memunculkan spekulasi bahwa inisiatif China tidak mendapat support dari negara tetangga. Tetapi perkiraan itu pupus karena Indonesia akhirnya jadi ikut bergabung. China sendiri menjadi penyandang dana terbesar AIIB dengan kontribusi modal awal mencapai 50%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar