Selasa, 17 Januari 2017

world-economy World Economy

Investor Berebut Keluar Dari Pasar Aset Emerging Market

Rabu, 12 Juni 2013 15:21 WIB
Dibaca 663

Monexnews -

Para pemodal asing mulai menarik dana dari pasar negara berkembang. Aksi ini mengakibatkan instabilitas mata uang lokal dan menjatuhkan harga saham. Para pengambil kebijakan pun harus menghadapi masalah baru, sementara mereka masih cemas dengan pertumbuhan yang tidak pasti.

Saham-saham unggulan di Asia bertumbangan sementara nilai mata uang India, Thailand, dan Indonesia atas dolar Amerika Serikat (AS) merosot.

Sejumlah mata uang dari emerging market berhasil mencetak rebound pada sesi perdagangan di New York, tapi nilai beberapa mata uang lain masih lemah. Gejolak perdagangan itu mencerminkan kesulitan investor meramalkan kapan perbankan negara maju akan mulai menarik stimulus dan bagaimana efek langkah itu di pasar dunia.

Eksodus dari pasar negara berkembang ini mengancam prospek keuangan dan pertumbuhan di negara berkembang. Negara-negara ini mengandalkan aliran besar dana asing di tengah krisis keuangan global.

Kegelisahan investor kian menjadi pada Selasa menyusul berlanjutnya data ekonomi yang lemah dari pasar negara berkembang. Ekspor Filipina anjlok sebesar 7% pada April dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menguatkan pandangan bahwa perdagangan global tengah melambat. Saat ini investor melihat aset AS dan mata uangnya menjadi lebih menarik daripada saham dan mata uang di pasar negara berkembang. Imbal hasil surat utang pemerintah AS telah meningkat, dengan dugaan bahwa bank sentral AS akan mengurangi program pembelian obligasi yang selama ini dijalani guna merangsang pertumbuhan. Selain itu, investor juga menganggap kinerja ekonomi AS tengah mengungguli negara-negara lain.

Bursa efek di kawasan Asia adalah salah satu pihak yang pertama kali terpukul. Indeks bursa Thailand turun 5% dan Filipina jatuh 4,6%, catatan terburuk bagi keduanya sejak akhir 2011. Di tanah air, bursa merosot 3,5%.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar