Kamis, 23 Maret 2017

world-economy  World Economy

Investor Kuras Dana dari Aset Berbasis Turki

Rabu, 5 Juni 2013 12:21 WIB
Dibaca 410

Monexnews - Kisruh politik di negara Turki membuat pemodal cemas dengan prospek return investasinya di negara itu. Beberapa lembaga keuangan giat menarik dana dari negeri yang tengah dilanda konflik politik.

Perusahaan investasi Cumberland Advisors, yang mengelola aset sebesar $2.3 miliar, sudah memangkas investasinya di Turki hingga level nihil karena cemas dengan kondisi politik domestik. Pihak perseroan khawatir jika eskalasi kerusuhan terus meningkat di tengah kondisi ekonomi yang belum ideal. Terlebih lagi perekonomian Turki telah melambat sampai hanya 2.2% tahun lalu.

Demonstrasi Turki kini memasuki hari ke-5 dengan gelombang pergerakan massa ke seluruh negeri. Demonstran yang kebanyakan golongan kelas menengah mengecam tata cara pemerintahan otokrat pimpinan perdana menteri Recep Tayyip Erdogan. Bursa saham Istanbul telah merosot 10% di hari Senin, dan yield obligasinya melonjak hingga ke rekor baru."Kami sudah menguras investasi hingga level nol karena demonstrasi rentan menyebar ke wilayah lain," ujar David kotok, Chief Investment Officer Cumberland. Namun ia mengakui bahwa prospek penanaman modal di negara ini sesungguhnya masih sangat cerah selama pemerintah mampu mengakhiri konflik kultural yang tengah marak. Untuk sekarang, tim ekonom Cumberland hanya memantau perkembangan terbaru seraya menunggu kejelasan sikap Erdogan.

Cumberland bukan satu-satunya lembaga yang menarik seluruh dananya dari Turki, negara dengan kapitalisasi pasar modal mencapai $300 miliar. Tim Ash, Head Research wilayah Emerging Market Standard Bank, dalam hasil penelitiannya menyatakan sikap serupa. "Imbal hasil di Turki saat ini sedang tidak menjanjikan sehingga investor disarankan waspada," ujarnya. Kecemasan yang sama juga diperlihatkan oleh pengelola keuangan dan pelaku perbankan berbasis syariah. Negara perekonomian terbesar ke-18 di dunia ini merupakan pasar produk obligasi syariah yang paling prospektif setelah Malaysia. "Efek demonstrasi sangat buruk terhadap pasar investasi syariah yang sedang naik daun belakangan ini," kilah Hussein Al Qemzi, CEO Noor Islamic Bank.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar