Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Iran dan Indonesia Masuk dalam Agenda Bahasan OPEC

Jumat, 5 Juni 2015 15:02 WIB
Dibaca 2039

Monexnews - Pertemuan OPEC hari ini memang diprediksi tidak menghasilkan keputusan baru soal kuota produksi negara-negara anggota. Tetapi ada dua agenda yang patut dicermati oleh investor yakni soal cara mengakomodasi suplai minyak Iran dan permintaan Indonesia untuk menjadi negara pemantau.

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) berada di bawah tekanan untuk menerima kembalinya Iran sebagai anggota pasca pencabutan sanksi blok barat. Isu kembalinya Iran secara penuh ke pasar minyak global menjadi bahasan utama di kalangan pemangku kebijakan. Terbebasnya Iran dari embargo Amerika dan Eropa akan membuat suplai minyak membanjiri pasar dan kian membebani harga. Namun demikian, kecil kemungkinan keluarnya keputusan formal dalam pertemuan hari ini.

Sementara di saat yang sama, Indonesia berencana untuk gabung lagi dengan OPEC setelah genap 6 tahun meninggalkan kartel minyak terbesar dunia itu. Namun come-back Indonesia bukan dalam posisinya sebagai negara produsen, melainkan hanya sebagai anggota pemantau atau observer.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, hari ini hadir dalam pertemuan tingkat tinggi OPEC di Wina untuk melobi beberapa negara nggota supaya mau meluluskan keinginan Indonesia. Pemerintah ingin memiliki ruang interaksi yang lebih luas dengan pasar minyak dunia dengan hadir langsung dalam setiap event penting OPEC sebagai pemantau.

Indonesia tidak lagi menjadi anggota OPEC sejak masa berlakunya kadaluarsa 1 Januari 2009 lalu. Status keanggotaan terpaksa dilepas karena Indonesia bukan lagi negara eksportir minyak, dan statusnya berbalik menjadi importir utama energi dunia sejak awal tahun 2000-an. Sekarang pemerintah bahkan masih kewalahan untuk menggenjot hasil produksi dari hanya 830.000 barel per hari guna memenuhi tingginya konsumsi energi domestik.

Pemerintah Indonesia tertarik untuk memperbarui statusnya di OPEC karena punya kekhawatiran besar terhadap pergerakan harga minyak di pasaran. Sebagai organisasi penting, OPEC dianggap punya peran besar dalam mengelola harga di masa depan. Pemerintah ingin ambil bagian untuk melihat langsung proses pengambilan keputusan, terutama yang menyangkut pembatasan atau penambahan produksi. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar