Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Isu Pengurangan Stimulus AS Kian Pudar

Rabu, 24 Juli 2013 11:49 WIB
Dibaca 842

Monexnews - Pekan ini kekhawatiran pasar terhadap pengurangan stimulus di Amerika, berangsur mulai mereda setelah Gubernur Federal Reserve AS – Ben Bernanke pada pekan lalu mengatakan masih terlalu dini bagi bank sentral untuk mengurangi kuantitas pembelian aset di pertemuan September mendatang.

Dalam testimoninya di hadapan Konggres AS, Bernanke memberikan pernyataan yang lebih jelas dari sebelumnya bahwa perubahan kebijakan moneter akan disesuaikan dengan perubahan data ekonomi AS. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program stimulus masih akan tetap berjalan sedikit lebih lama dari prediksi sebelumnya. Dan dikatakan pula bahwa pengurangan stimulus akan bergantung pada kinerja ekonomi.

Artinya, bila data ekonomi AS semakin membaik, maka akan berpotensi terjadinya pengurangan stimulus. Namun bila data ekonomi AS semakin memburuk, maka bank sentral bisa memperpanjang stimulus ataupun menambahnya. Bernanke juga menjelaskan bahwa pengurangan stimulus ini bukan berarti suku bunga akan dinaikan dalam waktu dekat.

Alhasil dengan penjelasan tersebut, pasar tidak lagi di bayangi oleh sentimen pengurangan stimulus. Namun demikian efek dari testimoni tersebut membuat dollar AS (USD) nampak semakin tertekan sepanjang pekan ini. Di sisi lain, kabar positif dari Jepang dan China turut memberikan optimisme ke sentimen pasar.   

Di awal pekan, hasil pemilu parlemen Jepang untuk upper house, mencatatkan kemenangan partai pemerintah yang berkuasa saat ini yaitu LDP (Liberal Democratic Party). Kemenangan itu semakin mempermudah jalan bagi PM Shinzo Abe untuk meloloskan program-program reformasinya. Hasil tersebut tentunya akan mendukung penguatan bursa Tokyo untuk kedepannya.

Dari negeri panda, pemerintah China mengeluarkan kebijakan untuk tidak membatasi minimum suku bunga kredit yang dibebankan perbankan ke debitur. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka kran kredit lebih luas lagi ke bisnis-bisnis di China karena kompetisi antar bank bisa menurunkan suku bunga kredit. Kebijakan ini bisa memacu kembali geliat bisnis di China. Mitra dagang utama China seperti Australia akan diuntungkan dengan kebijakan ini.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

abdul gafur 24 Juli 2013
tes