Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Isu Reduksi Stimulus the Fed, Hantui Pasar

Rabu, 5 Juni 2013 11:59 WIB
Dibaca 910

Monexnews - Pekan ini, pasar keuangan dunia mengalami kemerosotan akibat merebaknya kekhawatiran terhadap spekulasi bahwa Federal Reserve Amerika (the Fed) akan mengurangi pasokan stimulus moneter ke dalam perekonomian.

Padahal stimulus moneter the Fed telah ikut andil dalam menopang rally bursa saham global sehingga pengurangan stimulus berarti turut akan mengurangi tenaga rally bursa saham global lebih lanjut. Terkait rencana reduksi stimulus tersebut, Presiden the Fed of Kansas City, Esther George, menegaskan dukungannya untuk mengurangi program pembelian obligasi. George menyampaikan bahwa pengurangan stimulus dapat membuat pasar keuangan lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pasar kepada bank sentral.

Namun demikian fakta fundamental sampai saat ini masih belum kuat untuk mendukung rencana reduksi stimulus tersebut. Pada perdagangan tengah pekan ini (Rabu, 5/6), mayoritas lantai bursa dunia mengalami koreksi akibat terseret turun oleh anjloknya bursa Wall Street. Bursa Amerika Serikat (AS) yang menjadi barometer pasar keuangan dunia tersebut anjlok setelah pengumuman melebarnya defisit perdagangan AS, sehingga hal itu menimbulkan sinyal melemahnya pertumbuhan ekonomi.

Angka defisit perdagangan di April 2013 membengkak menjadi US$ 40,3 miliar, dari sebelumnya US$ 3,2 miliar di bulan Maret. Buruknya angka itu mencerminkan bahwa perdagangan luar negeri tidak akan kuat mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 ini. Data sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS bulan Mei yang di kalkulasi oleh ISM mengalami kontraksi cukup tajam hingga ke bawah level 50. Angka manufaktur tersebut menyusut hingga 49.0 dari sebelumnya 50.7 dan di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi 50.5.

Dan bila mengacu pada lemahnya pondasi ekonomi tersebut, nampak bahwa stimulus masih diperlukan guna menopang pemulihan. Hal senada juga telah disampaikan oleh Pimpinan the Fed – Ben Bernanke yang menegaskan bahwa program stimulus moneter dengan membeli surat-surat utang masih akan terus dijalankan bahkan hingga tingkat pengangguran nasional menurun sampai level 6 s/d 6.5 persen dan inflasi sesuai target yang kondusif.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar