Kamis, 23 Maret 2017

world-economy  World Economy

Jaga Inflasi, BI Terus Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah

Selasa, 5 Mei 2015 16:16 WIB
Dibaca 5121

Monexnews - Untuk menjaga inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Ini dilakukan dengan terus mencermati berbagai faktor risiko yang memengaruhi inflasi, khususnya terkait dengan perkembangan harga minyak dunia, penyesuaian administered prices dan dampak pelemahan nilai tukar rupiah.

Selain itu, menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara, angka inflasi April masih sesuai dengan perkiraan BI. “Inflasi di bulan April, terutama bersumber dari kenaikan kelompok barang dan jasa yang harganya diatur pemerintah (administered prices), sementara tekanan inflasi yang bersumber dari kelompok inti dan bahan makanan bergejolak (volatile food) relatif masih terjaga,” katanya seperti dilansir melalui laman BI pada Selasa (05/05).

Inflasi administered prices secara bulanan tercatat sebesar 1,88% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,83% (mtm). Peningkatan inflasi administered prices bulanan ini, terutama didorong oleh kenaikan harga bensin premium dan bensin solar di akhir bulan Maret 2015, tarif angkutan dalam kota, serta bahan bakar rumah tangga. Sementara secara tahunan, inflasi administered prices tercatat sebesar 13,26% (yoy).

Sementara itu, kelompok volatile food secara bulanan masih mencatat deflasi sebesar 0,91% (mtm), lebih besar dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,83% (mtm). Deflasi bulanan tersebut terjadi sejalan dengan masuknya masa panen. Penyumbang terbesar deflasi adalah beras dan aneka cabai, sebagaimana tercatat di sejumlah daerah seperti di Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Sementara secara tahunan, inflasi volatile food tercatat sebesar 6,25% (yoy).

Dengan perkembangan tersebut, BI menilai pencapaian inflasi tersebut masih sejalan dengan sasaran inflasi 4,0±1% pada 2015. Perkembangan inflasi inti masih terjaga, yakni secara bulanan mencapai 0,24% (mtm) atau secara tahunan 5,04% (yoy). Perkembangan inflasi inti tersebut bahkan sedikit mengalami perlambatan sejak awal tahun, seiring dengan permintaan domestik yang masih moderat dan ekspektasi inflasi yang terkendali.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik mencatatkan inflasi yang terjadi pada Bulan April 2015 sebesar 0,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,91. Dari total 82 kota IHK, ada 72 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,31 persen dengan IHK 132,54 dan terendah terjadi di Cilacap sebesar 0,02 persen dan IHK 120,76. (fin)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar