Sabtu, 19 Agustus 2017

world-economy  World Economy

Jelang Negosiasi Nuklir, Iran Kirim Permintaan Khusus ke AS

Senin, 29 Juni 2015 11:21 WIB
Dibaca 3215

Monexnews - Perseteruan politik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa jadi akan segera berakhir. Jelang meeting antara kedua belah pihak pekan ini, sudah ada isyarat bahwa Teheran dan Washington memiliki itikad baik untuk berdamai.

Amerika Serikat dan sekutunya sudah berulangkali meminta Iran untuk menghentikan proyek nuklirnya. Seruan itu mulai ditanggapi secara positif oleh pemerintahnya, yang mau menuruti kemauan blok barat dengan beberapa syarat. Salah satunya adalah pembebasan tahanan politik dan perang asal Iran oleh pemerintah Amerika.

Melalui surat yang dikirimkan melalui Sultan Oman, Iran menginginkan empat orang warganya yang ditahan di Amerika dan Inggris segera dibebaskan. Mereka ditangkap di luar negeri atas kasus penyelundupan senjata, kejahatan politik dan pelaku ekspor ilegal. Iran juga mengajukan permintaan lainnya yaitu permohonan blacklist bagi kelompok oposisi yang melawan pemerintah dan penambahan visa belajar bagi siswa yang ingin sekolah di Amerika. Sumber dalam Gedung Putih kepada media mengungkapkan bahwa Presiden Barack Obama sudah merestui kemauan Iran, namun kemungkinan tidak semua poin tadi dikabulkan. Perwakilan kedua negara diharapkan mencapai kata mufakat sehingga embargo Iran bisa cepat dicabut dan isu tenaga nuklir segera berakhir.

Rantai negosiasi antara Iran dan Amerika, yang biasa disebut dengan Clandestine, pertama kali dimulai 3 tahun lalu di ibukota Oman, Muscat. Selama beberapa pertemuan terakhir, proses negosiasi mulai membuahkan hasil. Iran mau membiarkan tim peninjau internasional untuk masuk dan memantau proyek nuklirnya dan sebagai timbal baliknya, Amerika dan sekutunya berkenan mengakhiri embargo yang selama ini memperlambat laju ekonomi. “Oman punya peran besar dalam memfasilitasi perundingan antara kami dan Iran," kata Marie Harf, Senior Adviser di bagian komunikasi strategis Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar