Selasa, 12 Desember 2017

world-economy  World Economy

Jelang Pengakhiran Stimulus Moneter AS, Pemerintah Waspadai Capital Outflow

Rabu, 17 September 2014 10:57 WIB
Dibaca 1026

Monexnews - Pemerintah diminta mewaspadai rencana pengakhiran program stimulus moneter Bank Sental Amerika Serikat, The Fed (quantitative easing) pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Seperti diketahui, pengakhiran program quantitative easing AS berpotensi menciptakan goncangan di pasar keuangan global. Sebagai akibatnya, akan terjadi pembalikan modal (capital outflow) dari negara-negara emerging market ke Amerika Serikat (AS).

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengatakan, tekanan atas dampak pembalikan modal sebenarnya sudah mulai terasa sejak semester II tahun lalu.

Ia menambahkan, seperti halnya yang terjadi di negara emerging market lainnya, sejumlah indikator ekonomi Indonesia saat itu mengalami tekanan, seperti nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), cadangan devisa, serta meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Meskipun saat ini Indonesia telah menunjukkan data-data pemulihan ekonomi, rencana The Fed untuk menghentikan program quantitative easing dan menyesuaikan suku bunga acuan tetap perlu diwaspadai.

“Risiko pembalikan modal kembali ke Amerika Serikat dipastikan terjadi dan membuat dana-dana asing keluar dari emerging market dan negara berkembang,” jelasnya sebagaimana dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet.

Untuk itu, ia menyarankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah, BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mekanisme Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) sebagai kunci mitigasi risiko-risiko tersebut.

Menurutnya, selama ini koordinasi kebijakan yang telah dilakukan terbukti sangat efektif untuk memitigasi sejumlah gejolak ekonomi global, seperti yang terjadi pada tahun 2008 dan 2013 yang lalu.

“Kita percaya koordinasi, komunikasi dan harmonisasi kebijakan antara sector moneter, fiskal dan riil akan mampu mencegah dampak negatif dari rencana pengakhiran stimulus moneter dan penyesuaian suku bunga acuan di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia,” pungkasnya.(wa)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar