Senin, 23 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Jelang Stress Test, Investor Minta Bank Eropa Segera Tambah Modal

Kamis, 24 April 2014 13:45 WIB
Dibaca 766

Monexnews - Bank-bank asal benua biru sedang menghadapi tantangan baru dalam industri perbankan dan finansial. Stress test yang akan dilakukan oleh otoritas Eropa (ECB) dalam waktu dekat akan menjadi penentu bisnis para pelaku perbankan di masa depan.

Investor khawatir dengan daya tahan bank-bank jelang stress test yang akan digelar dalam waktu dekat. Pemegang saham bank-bank tersebut menekan pihak direksi supaya menambah pos likuiditasnya agar sesuai dengan batas kelulusan uji ketahanan. Salah satu lembaga yang diminta untuk segera manambah cadangan modalnya adalah Deustche Bank. Bank terbesar asal Jerman ini tidak akan otomatis lolos stress test karena menurut berbagai sumber, pos neraca keuangannya tidak terlalu solid. Hal serupa juga dialami oleh Credit Suisse dan Barclays, yang dalam dua tahun terakhir sudah berada dalam pengawasan pemerintah masing-masing negara.

Beberapa investor kelas kakap yang memiliki saham di bank-bank tersebut mengaku tidak puas dengan respon direksi dalam menyikapi tuntutan regulasi. Selain karena pos permodalan yang masih kurang, beberapa bank juga masih harus menjalani proses hukum atas berbagai kasus penyimpangan di masa lalu. Investor meminta perusahaan keuangan untuk secepatnya menyuntik dana baru ke kasnya masing-masing karena berita stress test sudah memunculkan kekhawatiran di pasar. "Saya tidak bilang posisi perusahaan kurang baik. Tetapi jelas kalau direksi harus secepatnya menaikkan jumlah modal karena saat ini kepercayaan sudah memburuk," ujar salah seorang dari 20 investor terbesar Deutsche Bank kepada CNBC.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi lembaga super-power dalam struktur pengawasan industri perbankan di benua biru. Di bawah aturan perbankan yang baru, lembaga pimpinan Mario Draghi ini mempunyai wewenang untuk menghukum bank-bank yang 'nakal'. Namun sebelum berada langsung di bawah ECB, bank-bank harus melewati stress test yang digelar oleh pihak pengawas masing-masing dan otoritas Uni Eropa.

Anggota ECB dan Deputi Gubernur Bank Sentral Irlandia, Cyril Roux, beberapa saat lalu mengatakan ketika nanti resmi menjadi pengawas perbankan Eropa, ECB memang tidak berwenang untuk memberikan sanksi kepada individu yang menyalahi aturan. Namun lembaga ini mempunyai kuasa dalam pemberian hukuman kepada bank-bank yang melanggar regulasi Uni Eropa. Tidak hanya itu, ECB juga berhak menjatuhkan sanksi kepada lembaga keuangan yang lebih kecil dibandingkan bank-bank swasta.

"Hukuman dan prosesnya akan beragam, namun pendekatan yang dilakukan oleh ECB dan bank sentral masing-masing negara kurang lebih sama," ujar Roux kepada awak media pertengahan bulan April. ECB memang akan resmi memegang peran rangkap sebagai otoritas moneter dan pengawas perbankan Eropa dalam waktu dekat tahun ini. Pemerintah Uni Eropa sedang melakukan proses administrasi dan sosialisasi kepada pelaku industri sebelum putusan ini berlaku.

Tujuan utama dari pemberian wewenang pengawasan bank kepada ECB adalah untuk memperketat ruang spekulasi dan pelanggaran di sektor ini. Anggota Uni Eropa sepakat untuk tidak mengulangi kesalahan sistem yang menyebabkan beberapa negara bangkrut dan terpaksa menerima dana bail out.

Tujuan dari stress test atau uji ketahanan pada musim gugur tahun ini adalah untuk mengetahui status keuangan masing-masing bank dan sejauh mana mereka bisa bertahan di tengah skenario krisis sistemik seperti yang melanda Amerika Serikat dan Eropa beberapa tahun silam. Setelah itu, ECB akan memberikan rekomendasi serta memberikan pengawasan khusus bagi bank-bank yang kondisi neracanya kurang ideal. Bank swasta harus bisa mencatat kecukupan modal 8pc untuk skenario kondisi normal dan 5.5pc di tengah situasi krisis.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar