Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Jepang Berinisiatif Kirim Bantuan Obat untuk Pasien Ebola

Senin, 25 Agustus 2014 11:14 WIB
Dibaca 1321

Monexnews - Pemerintah Jepang menawarkan bantuan obat-obatan untuk mengobati pasien yang terjangkit virus Ebola. Meskipun World Health Organization (WHO) belum memberi lampu hijau atas niat baik ini, tim medis di lapangan diperbolehkan untuk memanfaatkannya di masa darurat seperti sekarang. 

Tawaran Jepang kepada negara-negara yang sedang dilanda oleh wabah Ebola diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga, dalam konferensi persnya. Ia menegaskan pemerintah siap membantu distribusi obat untuk menangkal penyebaran Ebola bahkan sebelum WHO menyetujui itikad baik tersebut. Walaupun distribusi obat kepada tim medis diperbolehkan, pihak Jepang berjanji akan sebisa mungkin menjalin kerjasama dengan WHO dalam penyalurannya.

"Saya mendapat informasi bahwa tim medis bisa meminta suplai vaksin T-705 di masa darurat meski belum ada persetujuan WHO. Jika memang dimungkinkan, kami mau membantu," demikian ujar Suga. T-705 sendiri merupakan kode pengembangan untuk obat flu favipiravir. Perusahaan yang memproduksinya yaitu Fujifilm Holdings Corp asall Jepang dan partnernya, MediVector asal Amerika Serikat, sedang berkonsultasi dengan U.S. Food and Drug Administration terkait proposal perpanjangan masa pakai favipiravir sebagai obat perawatan Ebola.

Wabah Ebola di Afrika telah membunuh lebih dari 1000 jiwa dan dinyatakan sebagai penyakit kesehatan internasional oleh WHO. Sekitar dua pekan lalu, Kanada juga berbaik hati menyumbangkan sebagian vaksin penangkal virus Ebola kepada negara-negara Afrika. Pemerintahnya menyalurkan vaksin hasil eksperimen tersebut melalui World Health Organization (WHO)..

Berbeda dengan T-705, vaksin Ebola buatan Kanada sebenarnya masih dalam proses pengembangan, namun WHO menilai sah-sah saja jika dipergunakan bagi korban Ebola. Pemerintah Kanada akan mendonasikan antara 800 dan 1000 dosis vaksin, dan akan menyimpan sebagian lagi untuk berjaga-jaga jika ada warganya yang tertular wabah dari Afrika ini. Kanada hanya memiliki sekitar 1500 dosis vaksin dan membutuhkan waktu empat sampai enam bulan untuk membuatnya lagi.

Menteri Kesehatan, Rona Ambrose, mengatakan pihaknya telah menawarkan bantuan vaksin kepada Dr. Margaret Chan, Dirjen WHO. Badan PBB untuk kesehatan dunia ini menerima niat baik Kanada dan akan mengkonsultasikannya dengan negara-negara terkait. Selain Kanada, Amerika Serikat juga sedang membuat vaksin untuk Ebola agar bisa secepatnya didistribusikan kepada korban yang membutuhkan.

Ebola adalah wabah paling mematikan dan terluas penyebarannya di dunia dengan total korban jiwa tahun ini mencapai 1.013 orang. Mayoritas korban berasal dari negara Afrika yakni Guinea, Sierra Leone dan Liberia. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar