Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

Jepang Disarankan Beri Kesempatan bagi Perempuan untuk Bekerja

Jumat, 30 Mei 2014 12:28 WIB
Dibaca 746

Monexnews - Banyak negara Asia menutup akses bagi kaum wanita untuk bekerja seperti halnya pria. Selain faktor budaya, kebijakan yang kurang suportif ditengarai menjadi minimnya jumlah wanita yang bermain di lapangan kerja. Padahal keterlibatan perempuan di sektor perekonomian dianggap berperan dalam menopang pertumbuhan suatu negara. 

Jepang adalah salah satu negara dengan partisipasi kaum wanita sangat kecil di sektor lapangan kerja. Banyak analis dan pengamat ekonomi menilai hal ini berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan menurut Goldman Sachs, nilai GDP Jepang berpeluang naik sekitar 13% dari angkanya saat ini apabila pemerintah mampu menutup gap isu gender di sektor bisnis.

"Jepang mengalami penurunan jumlah warga produktif dan penuaan populasi. Kalau mau mempercepat perekonomian, semua pihak harus membiarkan keberagaman (jenis kelamin) di tempat kerja," ulas Goldman Sachs dalam laporannya. Perluasan posisi di sektor formal bagi kaum hawa harus dilakukan oleh pelaku bisnis. 

Perdana Menteri Shinzo Abe dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, pernah mengatakan bahwa pemerataan kesempatan kerja adalah keniscayaan bagi negaranya. Isu gender seharusnya tidak lagi menjadi penghambat kemajuan, seperti yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. "Womenomic adalah harus! Itu kalau kita ingin benar-benar maju," tegasnya pada kampanye tahun lalu. Sejak Abe memerintah, jumlah pekerja wanita memang sudah meningkat bertahap. Namun begitu, Goldman sendiri masih menilai keberagaman gender di lapangan kerja masih menjadi kendala dalam pencapaian target ekonomi Jepang karena komposisi karyawan wanita dan laki-laki tetap timpang.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar