Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Jepang Naikkan Penilaian Ekonomi Domestik

Senin, 20 Mei 2013 12:31 WIB
Dibaca 554

Monexnews - Untuk kali pertama dalam dua bulan terakhir, pemerintah Jepang hari ini meng-upgrade penilaiannya terhadap kinerja ekonomi domestik. Dalam laporan bulan Mei, Tokyo menyatakan penurunan nilai tukar Yen telah berdampak positif terhadap daya saing ekspor.

Pemerintah memberikan penilaian lebih baik untuk sektor ekspor, produksi industri dan laba perusahaan. Perekonomian dianggap berangsur membaik dan iklim pemulihan bertahap didukung oleh meningkatnya kepercayaan bisnis, kinerja ekspor dan dukungan dari paket kebijakan moneter bank sentral. "Kebijakan moneter dan stimulus fiskal dari Perdana Menteri secara perlahan telah mampu diimplementasikan," ujar Menteri Perekonomian Jepang, Akira Amari dalam jumpa pers. Ia juga berpendapat bahwa sektor konsumsi dan ekspor merupakan mesin utama perekonomian. Pada pertemuan 4 April lalu, Bank of Japan (BOJ) mengejutkan pelaku pasar dengan rencana kenaikan basis moneter hingga dua kali lipat dalam dua tahun ke depan. Namun sikap itu belum sepenuhnya berdampak terhadap laporan penilaian pemerintah bulan April lalu dan baru terlihat dalam laporan bulan Mei.

Laporan ekonomi terbaru pemerintah juga memperlihatkan adanya perbaikan laba korporasi Jepang. Perusahaan-perusahaan besar mulai menemukan ritme bisnisnya kembali karena penurunan gairah bisnis dianggap telah sampai di level terendah. "Meskipun masih berada dalam situasi deflasi, gejala perbaikan sudah tampak di beberapa bagian," demikian salah satu bunyi dalam laporan pemerintah.

"Dampak dari kebijakan ekonomi kabinet Shinzo Abe tidak hanya sukses membangkitkan sentimen, namun menjadi awal perbaikan ekonomi riil seperti konsumsi dan produksi," urai juru bicara pemerintah, Yoshihide Suga. Gross domestic product Jepang tumbuh dalam rasio kenaikan tahunan 3.5% di tiga bulan pertama 2013 karena belanja konsumen mulai normal. Sementara ekspor ke Amerika Serikat menguat karena terbantu pelemahan nilai tukar Yen. Pada akhir tahun lalu, ekonomi Jepang hanya tumbuh 1% pasca kontraksi selama 6 bulan atau lebih buruk ketimbang saat ini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar