Senin, 23 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Jepang Setujui Paket Ekonomi Senilai 182 Milyar Dollar

Kamis, 5 Desember 2013 16:23 WIB
Dibaca 334

Monexnews - Kabinet Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyetujui paket ekonomi senilai 182 milyar dollar pada hari Kamis untuk menarik ekonomi keluar dari deflasi, namun masih ada keraguan terhadap dampaknya pada perekonomian. Paket memiliki jumlah senilai 18.6 trilyun yen (182 milyar dollar), dinilai berlebihan seiring sebagian besar paket tersebut termasuk pinjaman dari bank pemerintah dan anggaran belanja pemerintah lokal yang sudah dijadwalkan.

Inti paket bantuan tersebut adalah 5.5 trilyun yen pada kebijakan belanja yang diperintahkan oleh Abe di bulan Oktober untuk menopang perekonomian menjelang kenaikan pajak penjualan nasional di bulan April, dan pemerintah tidak harus menjual obligasi baru untuk mendanai pengeluaran ini. Paket ini telah menimbulkan kecemasan bahwa pemerintah Jepang belum terlepas dari kebijakan stop-gap dan pengambilan kebijakan yang sedikit demi sedikit, yang dikatakan orang-orang dapat menekan tingkat pertumbuhan jangka panjang.

"Pelaku pasar menginginkan pemerintah untuk lebih fokus pada kekuatan dari kebijakan ekonomi," ucap Hiroshi Miyazaki, ekonom senior pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities. "Beberapa hal seperti rekonstruksi kembali dari gempa bumi, sudah dijadwalkan dan bukanlah benar-benar merupakan strategi ekonomi."

Kebijakan yang disetujui pada hari Kamis akan menambah sekitar 1% pada gross domestic product dan menciptakan sekitar 250,000 lapangan pekerjaan, menurut kantor kabinet. Miyazaki merasa kurang optimis, mengatakan kebijakan tersebut mungkin hanya akan berkontribusi sekitar 0.4% seiring sebagian besar pembayaran langsung oleh pemerintah pada orang tua dan keluarga akan langsung masuk ke dalam tabungan.

Langkah yang disetujui pada hari Kamis ini termasuk kebijakan untuk meningkatkan kompetitifitas, membantu wanita, anak muda dan orang tua, mempercepat rekonstruksi dari gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011 lalu, dan membangun infrastruktur untuk Olimpiade 2020 di Tokyo. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar