Monexnews - Kanselir Angela Merkel, menolak tekanan agar Jerman mendukung upaya penerbitan obligasi bersama ataupun jaminan perbankan Eropa walaupun krisis utang terus memburuk. Biaya pinjaman obligasi pemerintah Spanyol bertenor 10 tahun sentuh 7%; level kritis dimana Yunani, Irlandia, dan Portugal akhirnya terpaksa meminta bailout kepada Uni Eropa. Krisis sepertinya tidak mereda walaupun menteri keuangan zona-euro telah berjanji untuk berikan pinjaman hingga €100 milyar demi membenahi sektor perbankan Spanyol.
Di depan parlemen, Merkel menolak adanya solusi mutakhir seperti penerbitan obligasi euro atau menciptakan skema jaminan deposito perbankan Eropa seperti yang diinginkan oleh Presiden Perancis dan Perdana Menteri Italia. “Usulan tersebut kontra-produktif dan akan melanggar konstitusi Jerman,” tutur Merkel seraya menyerukan kebijakan bertahap untuk membangun serikat politik Eropa. "Merupakan tugas kita untuk memperbaiki sistem dan mengakhiri lingkaran setan utang sehingga setiap negara dapat menjalankan aturan yang ada," kata Merkel.
Merkel juga memperingatkan atas sumber daya ekonomi terbesar di Eropa tersebut. "Jerman menggunakan kekuatan dan kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat; bukan hanya untuk Jerman tetapi juga demi persatuan Eropa dan ekonomi global. Tapi kita juga tahu, kekuatan Jerman tidak tak terbatas.”
Sementara itu, euro terlihat mulai kesulitan pertahankan penguatan di sesi New York. EUR/USD kini diperdagangkan 1.2562, jauhi level tinggi harian 1.2589 (fr)

Komentar