Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

Jerman: Kasus Bailout Yunani Tidak akan Terulang

Selasa, 27 Agustus 2013 16:10 WIB
Dibaca 681

Monexnews - Tidak akan ada lagi yang namanya bail out seperti apa yang sudah diterapkan kepada Yunani, asalkan partai koalisi penyokong Angela Merkel menang pada pemilu bulan depan. Demikian penegasan Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, kepada media hari ini.

"Untuk mencapai cita-cita kawasan Eropa yang kuat, setiap pihak harus melakukan tugasnya masing-masing dan bukan saling memberi bantuan uang," tegas Schaeuble kepada CNN. Ia yakin apabila Kanselir Merkel kembali terpilih sebagai kepala pemerintahan, maka Jerman dapat melanjutkan tugasnya untuk membantu upaya perbaikan ekonomi kawasan. Untuk mencapai Eropa yang kuat, semua negara diserukan supaya mendongkrak daya saingnya dan tidak bertumpu pada kekuatan utama benua biru seperti Jerman. "Kami menginginkan Eropa yang kuat, dan bukan Eropa yang bernuansa Jerman," ujarnya.

Komentar sang menkeu muncul jelang pemilihan umum tanggal 22 September mendatang, di mana reputasi Merkel dipertaruhkan pasca keputusannya membantu program dana talangan Eropa. Sejauh ini ada empat negara yang operasionalnya masih bergantung pada dukungan dana Uni Eropa dan IMF yaitu Yunani, Portugal, Irlandia dan Siprus.

Zona Euro sudah lepas dari tekanan resesi setelah perekonomiannya tumbuh 0.3% pada kuartal II lalu. Sebelumnya laju ekonomi berkontraksi selama 18 bulan akibat diterpa krisis berkepanjangan. Rasio pengangguran memang masih tinggi, namun kekhawatiran soal penyebaran endemi hutang kian memudar. Merespon realita ini, Schaeuble mengaku kalau masalah zona Euro benar-benar usai. Akan tetapi ia mengaku kondisi terkini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun silam. "Anda bisa lihat sendiri betapa imbal hasil obligasi sekarang cukup stabil. Perekonomian pulih di sebagian besar negara anggota dan defisit rata-rata Euro zone turun sampai setengahnya," timpal Schaeuble. Menutup pembicaraan, Schaeuble menegaskan bahwa Yunani tidak akan pernah diberikan bantuan dana talangan lagi, namun di sisi lain juga tidak akan ada haircuts atau opsi penerimaan kerugian bagi para pemegang asetnya seperti dulu. Komitmen itu berlaku pula untuk negara lain yang sedang bermasalah  (selama Merkel menjabat sebagai kanselir). .

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar