Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Jerman Ungguli Perancis Dan Italia Dalam Hal Pemulihan

Selasa, 25 Februari 2014 22:14 WIB
Dibaca 530

Monexnews - Jerman nampak bersiap untuk meninggalkan Perancis dan Italia di tahun 2014 seiring perekonomian zona euro mulai pulih secara bertahap dari krisis terburuknya, menurut komisi Eropa pada hari Selasa. Dalam kebangkitan dari krisis beberapa tahun belakangan ini, Brusseles menaikkan tipis proyeksi pertumbuha untuk blok Eropa dengan perekonomian senilai 9 trilyun euro menjadi 1.2% di tahun 2014 dari 1.1% sebelumnya. Hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh perkiraan kenaikan sebesar 1.8% pada negara perekonomian terbesar zona euro Jerman.

Statistik tersebut juga menjelaskan skala tantangan yang dihadapi Italia dan Perdana Menteri barunya, Matteo Renzi, untuk memulihkan negara perekonomian terbesar ketiga di Eropa. Komisi Eropa memprediksikan laju pertumbuhan yang lebih rendah sebesar 0.6% tahun ini. Sementara negara perekonomian terbesar kedua yaitu Perancis diperkirakan untuk bertumbuh sebeasr 1% di tahun 2014. Untuk blok Eropa secara keseluruhan, Komisi Eropa menaikkan tipis perkiraan pertumbuhan untuk tahun 2015 menjadi 1.8%.

"Pemulihan sedang menguat," ucap Olli Rehn, Komisioner Uni Eropa yang berwenang terhadap kebijakan ekonomi. “Kita telah melewati yang terburuk dari krisis," ucapnya, namun ia memperingatkan bagaimanapun “pemulihan masih berjalan lambat". Membaiknya outlook pertumbuhan akan melegakan bagi European Central Bank, namun petinggi ECB harus berurusan dengan perkiraan yang menunjukkan tingkat inflasi akan melekat di level rendah dan tidak ada penurunan signifikan pada tingkat pengangguran kawasan eropa.

Sementara itu, data output ekonomi menunjukkan seberapa Eropa masih tertinggal oleh Amerika Serikat. Perekonomian AS diperkirakan akan bertumbuh sebesar sekitar 3% di tahun 2014, terdukung oleh program pencetakkan uang besar-besaran yang belum mampu ditiru oleh ECB. Data ini menggambarkan garis pemisah yang jelas di zona euro antara negara-negara di selatan seperti Yunai, yang kesulitan secara ekonomi dan meminta keleluasaan untuk berbelanja, dan Jerman, yang didukung oleh kuatnya sektor ekspor dan bertekad menegakkan penghematan.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar