Jumat, 24 November 2017

world-economy  World Economy

Jika Jajak Pendapat Menangkan Bailout, PM Yunani akan Mundur

Selasa, 30 Juni 2015 10:52 WIB
Dibaca 2162

Monexnews - Alotnya negosiasi bailout antara Yunani dan Uni Eropa telah mengubah peta politik di Athena. Jalan akhir penyelesaian krisis hutang diserahkan langsung kepada rakyat melalui proses referendum atau jajak pendapat.

Yunani akan menggelar jajak pendapat 5 Juli mendatang untuk menentukan jalan apa yang akan diambil pemerintahnya untuk menuntaskan krisis hutang. Meski pahit, opsi tersebut harus diambil pemerintah supaya masalah keuangan ini tidak berlarut-larut. Beberapa pejabat tinggi negara sebenarnya tidak setuju dengan jajak pendapat, bahkan sang perdana menterinya sendiri sudah memberi isyarat mundur kalau ternyata hasil referendum warga memutuskan Yunani tunduk pada ketentuan bailout Uni Eropa.

"Apabila masyarakat mau menerima pemangkasan anggaran, maka kami menghormati keputusan itu. Tetapi kami tidak akan ikut ambil bagian di dalamnya," tegas PM Alexis Tsipras di stasiun televisi nasional. Ia mengatakan bahwa pemangkasan anggaran versi lembaga kreditur akan membuat susah warga Yunani karena akan berujung pada kenaikan angka pengangguran dan menurunkan tingkat kesejahteraan karena belanja modal negara jadi sangat berkurang. "Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak bisa memimpin negara ini dengan situasi tersebut," tambah Tsipras.

Jumlah hutang Yunani sangat besar dan mustahil terlunasi tanpa bantuan pihak luar. Dengan nilai produk domestik bruto (GDP) yang hanya sekitar 240 miliar Euro, negara ini harus menanggung beban hutang mencapai 323 miliar Euro atau setara Rp4.700 triliun! Tidak heran jika banyak pihak sudah pesimis kalau Yunani bisa terselamatkan karena jika mendapatkan uang bailout pun, pemerintahnya harus memakai dana itu untuk menambal hutang sebelumnya yang jatuh tempo. Selanjutnya, mereka harus melakukan pemangkasan anggaran belanja super-kejam sebagai konsekuensi kesepakatan dengan pihak kreditur.

Dari jumlah hutang sebesar 323 miliar Euro, sebanyak 60% merupakan pinjaman fasilitas European Financial Stability Fund zona Euro dengan total nominal 141,8 miliar. Adapun 52,9 miliar merupakan lainnya adalah fasilitas hutang khusus yang diperuntukkan bagi Yunani. Komposisi pinjaman sisanya cukup beragam yaitu sebanyak 10% berasal dari Dana Moneter Internasional (IMF), 6% dari European Central Bank (ECB), 15% dari obligasi, 3% dari bank-bank domestik, 1% dari bank asing, 1% dari bank sentralnya dan 4% dari pinjaman lain-lain.

Warga Yunani sepanjang weekend kemarin rela mengantri berjam-jam di ATM untuk menguras uang tabungannya. Mereka takut simpananannya ludes jika Yunani akhirnya benar-benar mengalami kebangkrutan, dan Bank of Greece mengaku keteteran mengisi mesin ATM di banyak lokasi karena stok uang di dalamnya cepat habis. Bank-bank dijadwalkan tutup sampai 7 Juli atau dua hari setelah referendum, dan bursa saham Yunani juga masih tutup demi menghindari fluktuasi harga aset. Terdapat dua aturan baru yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk melindungi modal bank, pertama adalah menetapkan batas penarikan uang yakni maksimal 60 Euro atau Rp882 ribu per orang per hari. Transfer uang ke luar negeri tidak diperbolehkan kecuali untuk transaksi-transaksi penting dan keperluan niaga. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar