Minggu, 24 September 2017

world-economy  World Economy

Jumlah Miliarder Dunia Naik Drastis Sejak Krisis Keuangan

Kamis, 30 Oktober 2014 11:06 WIB
Dibaca 562

Monexnews - Krisis keuangan setengah dekade lalu sempat 'memiskinkan' banyak orang di berbagai penjuru dunia, terutama kalangan pengusaha dan pelaku pasar finansial. Namun sejak krisis berakhir dan perekonomian negara-negara maju pulih, jumlah orang kaya justru naik dua kali lipat.

Lembaga nirlaba asal Inggris yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pengembangan sumber daya manusia, Oxfam, dalam laporannya menyebut bahwa jumlah miliarder di seluruh dunia sudah mencapai 1645 orang sejak krisis 2008 berlalu. Sayangnya di saat yang sama, kesenjangan sosial antara golongan ekonomi atas dan orang-orang miskin juga ikut melebar. Berdasarkan temuan itu bisa disimpulkan bahwa pemulihan ekonomi dunia tidak berlaku merata ke berbagai level masyarakat dan negara-negara miskin.

Berikut ini adalah fakta menarik dari fenomena bertambahnya jumlah miliarder yang diambil dari penelitian Oxfam yang dirilis kepada media:

- Total harta 85 orang terkaya sejagad sama besarnya dengan gabungan nilai harta yang dimiliki separuh warga miskin di seluruh dunia.

- Tahun lalu sebanyak 85 orang berhasil menambah pundi kekayaan setidaknya $668 juta setiap hari. Jika digabungkan, jumlah kekayaan miliarder dunia sudah bertambah 124% dalam 4 tahun terakhir ke angka $5,4 triliun.

- Hanya 3 dari 30 orang terkaya dunia adalah kaum perempuan.

- Hanya 23 dari 500 perusahaan yang ada dalam daftar Fortune dipimpin oleh perempuan. Meskipun sudah menjadi atasan tertinggi, sebagian besar perempuan mendapat remunerasi yang lebih rendah dibandingkan pria dalam posisi yang sama.

- Miliarder Carlos Slim asal Meksiko kembali memegang status orang terkaya dunia di tahun 2014. Namun jumlah warga asal negaranya yang hidup dalam kemiskinan naik 3% sejak tahun 2010.

- Pertumbuhan ekonomi = pertumbuhan jumlah orang miskin. Cerita yang sama terjadi di semua negara. Salah satu contoh valid adalah Zambia. Perekonomian negara Afrika ini tumbuh rata-rata 6% per tahun sehingga menaikkan derajatnya menjadi negara kategori menengah-bawah versi Bank Dunia. Namun seiring dengan pertumbuhan tersebut, jumlah orang miskinnya juga bertambah dari 65% menjadi 74%.

- Ungkapan terlahir miskin dan hidup miskin berlaku di zaman modern. Separuh anak yang lahir dari keluarga berpendapatan rendah di Amerika Serikat akan menjalani hidup sebagai orang miskin. Sementara di Peru, dua per tiga anak hidup miskin sejak lahir.

- Kondisi lebih baik terjadi di Denmark. Negara ini memiliki rasio kesenjangan ekonomi paling rendah, di mana hanya 1 dari 7 anak dari keluarga penghasilan kecil berakhir jadi orang dengan penghasilan kecil pula.

- Kesenjangan berujung pada kekerasan. Amerika Latin merupakan kawasan dengan tingkat kesenjangan paling lebar di dunia. Tidak heran juga wilayah ini juga diakui sebagai daerah paling berbahaya dibandingkan wilayah-wilayah lainnya. Jutaan orang di Amerika Selatan sudah tewas akibat aksi kekerasan antara tahun 2000 dan 2010. Sebanyak 41 kota masuk dalam daftar 50 kota paling berbahaya di dunia.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar