Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Jumlah Pekerja Minyak yang Kena PHK Tembus 100 Ribu Orang

Rabu, 15 April 2015 10:52 WIB
Dibaca 2142

Monexnews - Perusahaan minyak di seluruh dunia sudah mengumumkan rencana PHK sebagian karyawannya sejak tren penurunan harga komoditi ini berlangsung sejak tahun lalu. Tidak main-main, jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 100 ribu orang.

Dari jumlah sebanyak itu, sudah ada 91 ribu orang yang resmi tidak memiliki pekerjaan. Sisanya masih menunggu kontrak habis atau selesainya proyek yang sedang berlangsung (data lembaga konsultan Graves & Co). Bahkan bukan hanya pekerja lapangan yang harus menganggur, karyawan di posisi strategis seperti insinyur dan geologis juga mengalami hal serupa. Sebagian besar PHK terjadi di Amerika Serikat, yang merupakan negara produsen baru di era shale gas.

Sejak harga minyak terjun bebas dari level $107 (Juni 2014) ke kisaran $50 per barel, perusahaan eksplorasi migas di Amerika terpaksa mengurangi jumlah karyawan untuk mringankan beban biaya operasional. Sebanyak 51.747 pekerja di Amerika terkena PHK sejak pertengahan tahun lalu (data Challenger, Gray & Christmas). Dari jumlah itu, sebanyak 47.610 orang didepak tahun ini karena harga minyak tidak kunjung membaik.

Puncak arus PHK perusahaan minyak terjadi di 3 bulan pertama 2015. Jumlah karyawan yang dirumahkan naik sampai 3.900% dibandingkan triwulan I 2014 dan untuk sektor migas secara keseluruhan (termasuk tambang dan ekstraksi minyak), jumlah PHK sudah menembus 30.000 sepanjang 2015 (data Biro Statistik Tenaga Kerja).

Pekerja di perusahaan eksplorasi menjadi korban pertama karena pihak direksi memutuskan untuk mengurangi proyek penggalian. Di kuartal I, Schlumberger menjadi perusahaan dengan PHK terbanyak mencapai 9000 orang, kemudian disusul oleh Baker Hughes dengan 7000 posisi dan Halliburton dengan 6400 karyawan.

Sementara untuk karyawan yang masih dipertahankan, mereka harus rela menerima pemotongan upah rata-rata antara 10-15% dan bahkan ada yang sampai 25%. Padahal sektor minyak dan gas menjadi salah satu industri yang menyerap sumber daya manusia paling banyak sejak 'boom' shale oil dimulai tahun 2011 silam.

Berita bagusnya, trend PHK semakin berkurang di akhir kuartal pertama 2015. Di bulan Maret lalu, laporan pemecatan berkurang 92% dibandingkan Februari menjadi hanya 1279 orang. Raksasa sektoral seperti Chevron, ConocoPhillips dan ExxonMobil belum merencanakan PHK besar-besaran walau mengaku sudah mulai mengencangkan ikat pinggangnya.

Satu hal yang patut dikhawatirkan adalah pergerakan harga minyak mentah yang tidak kunjung mengarah naik. Pekerja yang kini sedang mengerjakan proyek bisa jadi kehilangan mata pencariannya jika tidak ada proyek baru setelah eksplorasi selesai. Singkat kata, semakin banyak proyek eksplorasi tertuntaskan maka semakin banyak pula karyawan yang menganggur karena tidak ada order susulan. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar