Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

Juni, Sektor Perdagangan RI Cetak Surplus $0,48 miliar

Rabu, 15 Juli 2015 11:52 WIB
Dibaca 1262

Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data perdagangan Indonesia untuk periode Juni 2015. Nilai ekspor Indonesia untuk periode Juni 2015 mencapai US$13,44 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 5,91% dibandingkan ekspor Mei 2015. Sementara bila dibandingkan Juni 2014, nilainya mengalami penurunan sebesar 12,78%. Sedangkan nilai impor Indonesia Juni 2015 mencapai US$12,96 miliar atau naik 11,63% dibanding Mei 2015. Namun jika dibanding Juni 2014 turun 17,42% sehingga surplus perdagangan bulan Juni adalah sebesar US$0,48 miliar.

Ekspor nonmigas tercatat sebesar US$11,98 miliar atau naik 5,87% dibanding Mei 2015. Sementara bila dibanding ekspor Juni 2014 turun 5,06%. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga Juni 2015 mencapai US$78,29 miliar atau menurun 11,86% dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$68,30 miliar atau menurun 6,62%. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$261,7 juta (17,01%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$139,3 juta (23,63%). Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Juni 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$1,38 miliar, disusul Tiongkok US$1,23 miliar dan Jepang US$1,11 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,09%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,39 miliar.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari hingga Juni 2015 turun sebesar 6,36% dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,80%, sementara ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,35%. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Juni 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$12,95 miliar (16,55%), diikuti Kalimantan Timur sebesar US$9,85 miliar (12,58%) dan Jawa Timur sebesar U$9,10 miliar (11,63%).

Sementara di sektor impor, nilai impor nonmigas Juni 2015 mencapai US$10,39 miliar atau naik 8,95% dibanding Mei 2015, namun turun 15,58% dibanding Juni 2014. Impor migas Juni 2015 mencapai US$2,58 miliar atau naik 23,89% dibanding Mei 2015, sebaliknya turun 24,06% dibanding Juni 2014. Secara kumulatif nilai impor Januari–Juni 2015 mencapai US$73,94 miliar atau turun 17,81% dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$13,10 miliar (turun 39,91%) dan nonmigas US$60,84 miliar (turun 10,74%).

Peningkatan impor nonmigas terbesar Juni 2015 adalah mesin dan peralatan mekanik US$0,41 miliar (26,36%), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$0,30 miliar (82,26%).
Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–Juni 2015 adalah Tiongkok dengan nilai US$14,71 miliar (24,17%), Jepang US$7,18 miliar (11,80%), dan Singapura US$4,21 miliar (6,92%). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,52%, sementara dari Uni Eropa 9,33%. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Juni 2015 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 13,83%; 18,78%; dan 15,01%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar