Selasa, 17 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Karena Pemangkasan, Warga Inggris Kelaparan

Jumat, 31 Mei 2013 11:35 WIB
Dibaca 562

Monexnews - Banyak orang tidak akan menyangka kalau negara besar seperti Inggris ternyata dilanda krisis daya beli pangan. Seandainya tidak ada fasilitas kupon makanan, sebagian warga negeri kolonialis ini sudah mengalami kelaparan.

Perekonomian Inggris memang mulai mengarah ke perbaikan pasca instabilitas anggaran nasional. Akan tetapi jumlah warga yang mengandalkan hidupnya pada makanan gratis terus melonjak di tengah program pemangkasan pemerintah dan meningkatnya angka pengangguran. Lembaga amal dan koordinator sumbangan di Inggris memperingatkan adanya potensi kelaparan yang dialami oleh 500.000 jiwa pasca pemangkasan tunjangan negara. Peningkatan jumlah klaim pengangguran berjalan seiring dengan penurunan jumlah pendapatan warga yang masih bekerja. Banyak dari warga sudah mulai mengalami kesulitan membeli bahan pangan, yang belakangan ini harganya terus melonjak.

"Pemangkasan jaring pengaman sosial sudah berlebihan, menimbulkan destitusi dan kelaparan dalam skala besar," ujar Mark Goldring, CEO Oxfam, salah satu organisasi kemanusiaan terbesar di Britania. Goldring menilai kondisi terkini sebagai potret buruk dari sebuah pemerintahan yang termasuk dalam 7 negara paling kaya di dunia.

Pemerintah Inggris memangkas pengeluaran bagi warganya dalam rangka menjaga stabilitas program efisiensi anggaran. Banyak pihak sudah meminta kabinet untuk memundurkan batas waktu pencapaian target penurunan bunga obligasi, karena pertumbuhan ekonomi belum sesuai harapan. Akan tetapi menteri keuangan George Osborne bersikukuh pada target awal. Keputusannya terbilang tepat karena ekonomi kembali tumbuh di kuartal I 2013 dan diprediksi kembali ekspansi 0.6% di akhir tahun.

Namun dalam prosesnya, pemerintah harus memangkas belanja modal untuk kepentingan warganya sendiri. Pada bulan lalu, beberapa pemotongan kembali diperkenalkan oleh pemerintah untuk menghemat lebih banyak uang dalam pos anggaran. Di dalamnya termasuk pembatasan tunjangan bagi warga usia produktif dan pengurangan dana untuk sektor perumahan. Tiga organisasi penyedia makanan bagi orang-orang tidak mampu, Oxfam, Church Action Poverty dan Trussell Trust, meminta parlemen untuk melakukan dengar pendapat dengan pihak pemerintah dalam waktu dekat. Osborne dan koleganya diminta menjelaskan bagaimana pemerintah bisa membiarkan warganya tidak mampu memberi makan keluarga dan diri sendiri. Trussell melaporkan sebanyak 350.000 jiwa meminta donasi makanan kepada mereka dalam satu tahun terakhir. Jumlah tersebut setara dengan kenaikan tiga kali lipat dibanding jumlah pemohon kupon makanan 12 bulan lalu. Organisasi penyedia bahan pangan sendiri sedang kewalahan melayani warga dan meminta pemerintah melakukan registrasi warga dengan mengacu pada data di kantor jaring sosial Inggris. Apabila pihak pusat tidak mengambil langkah strategis bagi warga miskin, maka jumlah orang yang tidak mampu membeli makanan bisa semakin besar. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar