Jumat, 31 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

world-economy  World Economy

Keberatan dengan Isi Artikel, Pemerintah China Geruduk Kantor Bloomberg

Selasa, 3 Desember 2013 13:49 WIB
Dibaca 727

Monexnews - Kebebasan bersuara di media sepertinya belum berlaku valid di negara China. Intervensi pemerintah dalam urusan pemberitaan juga menular ke sektor keuangan.

Otoritas China dilaporkan telah melakukan inspeksi mendadak ke kantor biro Bloomberg News di Beijing dan Shanghai pada akhir pekan lalu. Media Fortune mengabarkan bahwa pasca 'penggerebekan' tersebut, Bloomberg langsung membatalkan investigasi jurnalistiknya yang sudah berjalan satu tahun tentang perputaran uang di kalangan pejabat pemerintah dan miliarder China.

Menurut sumber dalam Bloomberg kepada rekanan media, pihak redaksi memutuskan untuk tidak melanjutkan artikel investigasi yang mendiskreditkan pemerintah. Petinggi media keuangan tersebut dikabarkan sangat kecewa dengan sikap otoritas seraya menganalogikan peristiwa pekan lalu dengan kebijakan sensor yang berlaku selama era Nazi Jerman. Masih menurut sumber itu, Kepala Redaksi Matt Winkler sempat mengatakan kalau artikel investigasinya batal terbit karena Bloomberg tidak ingin didepak dari China. Pernyataan Winkler tersebut membuat marah otoritas pada saat kunjungannya sehingga seorang pejabat meminta bos Bloomberg meminta maaf atas ucapannya itu.

Bloomberg sendiri menyangkal laporan soal detail peristiwa, dan mengatakan artikel investigasi tentang kongkalikong antara konglomerat dan pemerintah yang terdiri dari 2500 kata tersebut hanya ditunda penerbitannya karena belum siap tayang. Namun begitu, indikasi pembatalan artikel tampak jelas karena Mike Forsythe, reporter kepala proyek investigasi, sudah dipecat meskipun telah mengabdikan dirinya kepada perusahaan selama 13 tahun. Forsythe sendiri merupakan jurnalis spesialis investigasi yang telah memperoleh beberapa penghargaan bergengsi, dan diklaim sebagai orang yang membocorkan detail inspeksi ke media.

Meskipun penggerudukan ke kantor Bloomberg China sudah mencuat ke permukaan, belum ada laporan resmi terkait rincian peristiwanya. Tidak jelas berapa orang yang masuk ke dalam kantor dan dari instansi mana mereka berasal. Jurnalis dalam Bloombeg sendiri menganggap aksi tersebut sebagai sikap intimidasi karena keberadaan pejabat pemerintahan China non-aparat menunjukkan kalau inspeksi kemarin tidak terkait terkait dengan unsur pelanggaran apapun.

Tahun lalu, pemerintah China telah mengutuk keras atas keluarnya sebuah serial artikel yang mengulas tentang timbunan kekayaan para keluarga pejabat. Artikel itu sukses memenangkan penghargaan jurnalistik investigatif dan sempat menurunkan kredibilitas pemerintah di mata publik. Pemerintah langsung menolak seluruh permohonan visa bagi jurnalis luar yang akan bekerja untuk Bloomberg China dan menurut New York Times, otoritas pusat juga memerintahkan beberapa perusahaan supaya tidak membeli layanan terminal yang dikelola oleh Bloomberg.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar