Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Kebijakan The Fed Akibatkan Pelemahan Rupiah

Selasa, 30 September 2014 11:45 WIB
Dibaca 744

Monexnews - Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini merupakan hasil dari tekanan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed), yang akan mengakhiri pemberian stimulus moneter non-konvensional (Quantitative Easing-QE).

“Itu sesuai dengan prediksi kita sebelumnya bahwa rupiah masih akan mengalami tekanan akibat dari kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan mengakhiri (tapering-off) pemberian stimulus moneter non-konvensional (QE III),” kata Firmanzah di Jakarta, Senin (29/9), seperti dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet.

Selain itu menurut Firmanzah, Indonesia harus menghadapi kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga The Fed. Ini dilihat dari indikator di bidang ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi di AS saat ini sudah membaik.

Di kesempatan yang berbeda, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo juga menyatakan hal yang serupa bahwa salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah adalah kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat yang diperkirakan lebih cepat. “Secara umum, nilai tukar itu mencerminkan kondisi ekonomi bahwa pada saat yang lalu banyak faktor eksternal berperan. Khusunya proses normalisasi AS dan statement yang menunjukkan kondisi AS terus membaik,” jelasnya. (fin)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar