Kamis, 23 Maret 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris bulan Februari 1.4% vs -0.5% bulan Januari, dari estimasi 0.4%.

world-economy  World Economy

Kecemasan Yunani Kembali Merebak

Senin, 9 Maret 2015 9:20 WIB
Dibaca 435

Monexnews - Kesepakatan sementara Yunani denga pihak krediturnya untuk menghindari default mulai runtuh setelah petinggi Eropa mengatakan proposal terkini Yunani tidak sesuai apa yang diajukan dua pekan lalu dan perdana menteri Yunani membuka peluang referendum jika proposal ditolak. Daftar kebijakan pemeirntah Yunani yang dikirimkan pada menteri keuangan zona euro hari Jumat lalu, termasuk ide mempekerjakan kolektor pajak non-profesional seperti turis, dinilai masih jauh dari selesai dan Yunani mungkin tidak akan mendapatkan kucuran bantuan bulan ini, menurut Kepala Eurogroup Jeroen Dijsselbloem pada hari Minggu. Pemerintah anti-pengetatan Yunani, yang terpilih di bulan Januari setelah berjani untuk menegosiasikan kembali syarat bailout senilai 240-milyar euro (260 milyar dollar), harus memberikan proposal terperinci pada pihak kreditur di Eropa atau beresiko kehabisan uang sesegera bulan ini. 

Dijsselbloem pada hari Minggu lalu mengatakan bahwa nampaknya cadangan uang Yunani sudah hampir kosong. Yunanni sedang mencari kucuran dana bantuan sekitar 7 milyar euro. Tanpa akses menuju pasar modal, sumber satu-satunya adalah pinjaman darurat dari dana krisis zona euro dan International Monetary Fund. Sektor perbankan Yunani selama ini terus ditopang oleh bantuan Emergency Liquidity Assistance, yang harus melalui persetujuan European Central Bank. Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufaksi mengatakan bahwa Yunani memiliki cukup uang untuk membayarkan upah dan pensiun pekerja publik, menurut laporan Il Corriere della Sera dari Italia hari Minggu lalu.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar