Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Kejatuhan Harga Minyak Menjadi Faktor Utama Kebijakan Moneter Longgar

Rabu, 18 Februari 2015 12:48 WIB
Dibaca 518

Monexnews -

Kejutan pemangkasan suku bunga BI kemarin menunjukkan bagaimana imbas dari kejatuhan tajam harga minyak sepanjang tahun ini telah merubah kebijakan bank sentral, termasuk di Indonesia yang biasanya mengalami tekanan inflasi yang tinggi.

Seperti kita ketahui, kemarin BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin di luar perkiraan menjadi 7.5%, selain itu BI juga memangkas suku bunga deposit menjadi 5.5%.

Bulan lalu, kejatuhan minyak dan harga pangan juga telah memicu pemangkasan suku bunga bank sentral India sebesar 25 basis point untuk mendongkrak pertumbuhan manufaktur dan tenaga kerja.

Bank of Canada juga tampak mengikuti langkah Swiss National Bank dalam memangkas suku bunga, sementara Bank of Japan juga menambah program peminjaman, sementara Bank of England menunjukkan keputusan dengan suara bulat untuk tidak menaikkan suku bunga dalam 6 bulan kdepan.

Hal ini bisa terjadi karena inflasi di ekonomi negara-negara maju sebagian besar terpangkas dari sekitar 2% di 2015 menjadi 1%. Tentunya hal ini menjadi problem bagi bank sentral yagn memiliki target inflasi di 2%, ditengah penurunan harga minyak lebih dari 50% otomatis mempengaruhi kejatuhan biaya bahan bakar yang akhitnya berimbas pada penurunan harga energy, transport dan barang lainnya seiring menurunnya biaya produksi.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar