Selasa, 17 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Kekacauan Mesir Masih Berlanjut

Selasa, 9 Juli 2013 17:27 WIB
Dibaca 517

Monexnews -

Meski stabilitas di Mesir relatif terkontrol paska digulingkannya Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokrasi, namun kerusuhan yang mematikan masih berlanjut.

Ikhwanul Muslimin mengecam “pembantaian” militer terhadap puluhan pendukung mereka kala salat subuh di Kairo, Mesir, pada Senin. Kerusuhan paling mematikan antara militer dan Ikhwanul Muslimin dalam tahun-tahun terakhir ini mendorong Mesir ke arah lautan konflik bersenjata.

Rabu pekan lalu, militer mengaku merespons kehendak rakyat dengan menggulingkan Mursi, presiden yang didukung kelompok Islam Ikhwanul Muslimin. Jutaan warga Mesir bersorak. Bersama pemimpin tertinggi militer Mesir, para tokoh kelompok Islam, Kristen Koptik, dan oposisi sekuler menjanjikan pembentukan pemerintahan sementara yang inklusif.

Namun pendukung fanatik Presiden Mursi, yang mancapai 12 juta warga mulai memprotes tindakan militer, sehingga mengakibatkan paling tidak 53 orang terbunuh dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam bentrok antara militer dan pendukung Muhammad Mursi.

Para tokoh itu, termasuk sosok penting oposisi Mohamed ElBaradei serta syekh tertinggi Sunni, mengecam pembunuhan besar-besaran pada Senin. Harapan sebagian besar warga Mesir akan pemerintahan yang inklusif kini berganti dengan rasa takut. Warga cemas bahwa nantinya, kepemimpinan negara mereka akan membentuk sistem politik tanpa melibatkan Ikhwanul Muslimin, kekuatan politik terkuat di Mesir. Ketakutan ini dibayang-bayangi potensi kerusuhan berdarah.

Lepas dari bentrokan Senin lalu, pemerintahan sementara Mesir yang disokong militer terus beraktivitas. Presiden interim Adly Mansour mengeluarkan deklarasi konstitusional pada Senin. Deklarasi itu menetapkan batas waktu transisi politik Mesir, yakni pembentukan parlemen sekitar enam bulan ke depan dan pemilihan presiden beberapa waktu selanjutnya.

Deklarasi itu akan diajukan dalam referendum dalam waktu sekitar empat bulan. Pemilihan parlemen baru akan terselenggara sekitar dua bulan kemudian. Parlemen terpilih memiliki waktu sepekan untuk menetapkan tanggal pemilihan presiden baru Mesir.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar