Rabu, 18 Januari 2017

world-economy World Economy

Kekhawatiran Pertumbuhan China Kembali Menggerus Harga Bijih Besi

Kamis, 19 Maret 2015 9:48 WIB
Dibaca 1181

Monexnews - Harga bijih besi terperosok ke level terendah sejak krisis keuangan tahun 2008 pada hari Rabu, di tengah kekhawatiran bahwa lemahnya permintaan China dan peningkatan output tambang akan memperburuk banjir pasokan global.

Harga bahan utama pembuatan baja ini telah merosot sekitar 23% sepanjang tahun ini, setelah anjlok 47% pada tahun 2014. Kenaikan pasokan dari Australia, eksportir bijih besi terbesar di dunia, telah membanjiri pasar global dan membantu menekan harga. Di saat bersamaan permintaan dari China, yang menyumbang sekitar 60% dari permintaan bijih besi global, harus mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi terbesar ke-2 di dunia itu.

Tekanan negatif pada harga bijih besi telah semakin meningkat, terutama setelah pemerintah China awal bulan ini meluncurkan target pertumbuhan ekonomi 7% untuk tahun 2015. Angka tersebut leibh rendah dibandingkan dengan ekspansi 7,4% yang dicapai pada tahun 2014. Harga bijih besi menjadi sensitif terhadap perubahan dalam prospek ekonomi dikarenakan baja banyak digunakan dalam konstruksi komersial dan residensial, serta dalam berbagai aplikasi industri. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar