Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy World Economy

Kelebihan Stok, AS akan Cabut Larangan Ekspor Minyak

Rabu, 31 Desember 2014 13:09 WIB
Dibaca 628

Monexnews - Pemerintahan Barack Obama membuka wacana dibukanya kembali embargo ekspor minyak ke luar negeri yang sudah berlaku selama 40 tahun terakhir. Amerika Serikat (AS) seakan ingin produk minyak shale-nya merambah ke pasar internasional.

Bureau of Industry and Security (BIS), yang merupakan badan pengawas ekspor Amerika menyatakan sudah memberi izin beberapa perusahaan migas untuk menjual varian minyak 'condensate' ke luar negeri. Condensate sendiri merupakan jenis minyak mentah ultra-light yang sedang banyak diproduksi oleh produsen.

Sekitar 20-an perusahaan lainnya sudah antri untuk diberikan izin ekspor, namun BIS masih memproses setiap proposal yang masuk. Lembaga tersebut juga merilis panduan jenis minyak apa yang boleh diekspor untuk meng-klarifikasi kebingungan pelaku pasar. Perubahan arah kebijakan tersebut menandai keinginan pemerintah untuk memanfaatkan booming produksi shale dalam negeri dengan mengirimkan sebagian stok minyak ke pasar internasional.

Cadangan minyak mentah Amerika Serikat memang melonjak dalam beberapa tahun terakhir berkat strategi ketahanan energi yang bagus dari pemerintah. Berbeda dengan empat dasawarsa lalu, pihak Washington sebaliknya kini diminta banyak pihak untuk mencabut larangan ekspor sesegera mungkin.

Sejak embargo minyak Arab tahun 1970-an, Amerika memberlakukan larangan ekspor energi ke luar negeri untuk menjaga kesejahteraan warganya. Tetapi kebijakan itu sekarang dianggap tidak relevan karena cadangan minyak di sana sangat berlimpah, khususnya berkat penggunaan teknologi shale dengan menggali sumber minyak dari permukaan keras. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Amerika diprediksi akan menyalip Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen minyak mentah terbesar sejagad.

Pada bulan Juni lalu, pemerintah memberikan sedikit pelonggaran kepada dua perusahaan, yakni Enterprise Product Partners (EPD.N) dan Pioneer Natural Resources (PXD.N), untuk mengekspor minyak jenis ultra light dari produk minyak kondensasi. Namun sejak saat itu, permintaan untuk ekspor dari perusahaan lainnya belum juga dikabulkan oleh Departemen Perdagangan. Sementara untuk produk gas alam, otoritas energi sudah memperbolehkan beberapa perusahaan melakukan ekspor ke luar negeri mulai awal tahun depan.

Beberapa negara sudah antri untuk membeli produksi minyak Amerika karena sumber energi dunia mulai berkurang. Delegasi Korea Selatan sempat bertemu langsung dengan pejabat legislatif di Washington pertengahan tahun ini untuk membahas soal realisasi ekspor migas. Sementara pemerintah Jepang dan Meksiko dalam posisi 'stand-by' menunggu lampu hijau soal kapan dicabutnya larangan ekspor Amerika.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar