Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Kelesuan Daya Beli Warga Mengancam Prospek Ekonomi Australia

Rabu, 4 Juni 2014 12:34 WIB
Dibaca 553

Monexnews - Iklim perekonomian Australia belum pulih benar pasca memudarnya booming sektor komoditi selama tiga tahun terakhir. Situasi diyakini belum akan berubah dalam waktu dekat karena arus belanja rumah tangga juga belum meningkat.

Konsumsi domestik seharusnya menjadi senjata bagi negeri kangguru untuk menggenjot perekonomian nasional. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi yang ideal juga sulit dicapai mengingat belanja rumah tangga warga masih jauh dari harapan. Fenomena ini bahkan diprediksi akan menggerogoti pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) negara itu untuk periode kuartal II 2014.

Di tengah pengetatan anggaran pemerintah federal dan cuaca yang kurang bersahabat, belanja warga Australia diperkirakan menurun. "Pengeluaran rumah tangga hanya naik setengah persen kuartal lalu, atau jauh di bawah pertumbuhan pada kuartal sebelumnya," ulas ekonom bank investasi JP Morgan, Stephen Walters, dalam laporannya. Menurut Walters, pengecer mengaku angka penjualannya turun akibat terpengaruh oleh faktor cuaca, khususnya untuk produk pakaian dan sepatu. Minat beli konsumen sendiri tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya karena mereka sedang dalam kondisi penghematan.

Bank Sentral Australia kemarin memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada level 2.5%. Reserve Bank menilai kebijakan moneter harus tetap suportif di tengah proses pemulihan ekonomi yang berlangsung lambat. "Tanda-tanda investasi modal di beberapa sektor memang semakin kuat, namun finalisasinya masih tentatif," ujar Gubernur Bank Sentral Australia, Glenn Stevens kepada awak media. Menurutnya, perusahaan dan pelaku bisnis masih menunggu sinyal perbaikan iklim ekonomi yang lebih jelas sebelum memutuskan arah investasi bisnisnya.

Sejak bulan November 2011, bank sentral memangkas suku bunga sebanyak delapan kali untuk membendung perlambatan ekonomi pasca booming sektor pertambangan. Pemerintah ingin warga Australia bisa lebih mandiri mendorong perekonomian karena sektor ekspor tengah lesu. Sayangnya, cita-cita tersebut masih jauh dari harapan.



(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar