Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Keluar dari Jeratan Bailout, Yunani Fokus Benahi Ekonomi

Selasa, 31 Desember 2013 13:39 WIB
Dibaca 557

Monexnews - Yunani dijadwalkan keluar dari program dana talangan yang dirancang Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada tahun 2014 mendatang. Perdana Menteri Antonis Samaras mengumumkan berita suka cita tersebut melalui tayangan televisi beberapa jam lalu.

"Tahun depan, Yunani akan memiliki akses ke pasar kredit lagi dan menjadi negara yang normal," ujar Samaras kepada warganya. Ia menjelaskan kepada publik bahwa Yunani tidak perlu lagi meminta pinjaman baru dan menandatangani skema bailout apapun. Dengan tuntasnya tanggung jawab kepada otoritas internasional, pemerintah kini bisa fokus mengurus perekonomian dalam negeri yang sejak lama melambat.

Sejak tahun 2010 silam, Yunani telah meraup pinjaman senilai total $330 miliar dari pihak kreditur Uni Eropa dan IMF. Tahun depan negara ini akan menyusul Irlandia ke dalam daftar negara yang sudah steril dari bailout, dan berita tersebut merupakan kabar baik bagi pelaku bisnis dan investor regional. "Saya rasa kondisi Eropa akan jauh lebih baik di tahun 2014 mendatang," ujar Richard Harris, CEO Port Shelter Investment Management kepada CNBC Asia. Menurutnya, tahun 2013 adalah periode di mana pelaku pasar mulai percaya dengan kemampuan Uni Eropa dan negara anggotanya dalam menangani krisis keuangan. "Kabar keluarnya Irlandia dan Yunani dari kewajiban bailout akan menjadi motor pendorong kemajuan Eropa," kilah Harris.

Yunani sedang menapaki fase resesi untuk tahun ke-enam secara beruntun akibat terjebak dalam program pemangkasan anggaran dan agenda pengurangan hutang nasional. Setelah pertama kali resmi masuk dalam fase resesi, tingkat pengangguran di Yunani melonjak sampai 27.6% (data Mei 2013) sekaligus menandai rekor tertinggi dalam sejarah modern. Hanya dalam satu bulan, rasio warga tanpa pekerjaan bertambah lebih dari setengah persen dari 27% di bulan April. Kekhawatiran terbesar mengerucut pada tingginya jumlah warga usia muda (15-25 tahun) yang belum mempunyai mata pencaharian tetap, rasionya mencapai 65%. Angka perhitungan sudah termasuk kalkulasi daya serap SDM di saat musim liburan, di mana Yunani adalah salah satu destinasi wisata paling laris di Eropa. Sementara jumlah warga yang kehilangan pekerjaan sudah naik nyaris 200.000 menjadi total 1.38 juta jiwa dalam 12 bulan terakhir. Jika ditotal selama 5 tahun belakangan, eskalasi krisis telah menyebabkan 1 juta orang masuk dalam kategori pengangguran.

Terlepas dari buruknya fakta-fakta tersebut di atas, Yunani dinilai berada dalam jalur yang benar menuju pemulihan. Pendapat ini dilontarkan oleh lembaga keuangan UBS, yang baru saja menaikkan proyeksi ekonomi Yunani untuk tahun 2013 dari minus 4.5% menjadi minus 3.9%. Sementara untuk tahun depan, UBS meyakini pertumbuhan berbalik positif menjadi 0.2% atau lebih baik dibandingkan ekspektasi sebelumnya di level nol atau nihil. Upgrade proyeksi ekonomi tersebut dilakukan dengan mengacu pada laporan GDP kuartal II yang lebih baik dibandingkan estimasi dan membaiknya sentimen bisnis di kuartal III. Sebagai catatan, UBS merasa kalau keseimbangan ekonomi lebih cepat tercapai jika kondisi saat ini dipertahankan.

Potret optimisme investor tercermin pada penurunan yield obligasi dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, bunga obligasi tenor 10 tahun Yunani, yang turun ke level 8.5% dari titik tertingginya di hampir 40% pada tahun 2012 silam. Trend pemulihan di benua biru juga akan berperan menyokong kinerja nilai tukar Euro di masa depan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar