Jumat, 24 Maret 2017

world-economy  World Economy

Kementerian Keuangan Siap Jalankan Aturan Pelarangan Ekspor Bahan Mineral Mentah

Selasa, 14 Januari 2014 11:43 WIB
Dibaca 359

Monexnews - Mulai 12 Januari 2014, Pemerintah memberlakukan Peraturan pemerintah (PP) dari Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang melarang ekspor bahan mentah mulai tanggal 12 Januari 2014 pukul 00.00 WIB. Dalam rapat terbatas kabinet di Cikeas, Bogor, Sabtu (11/1), pemerintah memutuskan menjalankan secara penuh UU Minerba. Pemerintah sendiri mengaku siap mengantisipasi imbas kebijakan pelarangan ekspor tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memastikan bahwa Kementerian Keuangan telah menginstruksikan aparat Bea Cukai untuk bersiap menjalankan pelarangan ekspor bahan mineral mentah. Seluruh lokasi yang dianggap rawan penyelundupan telah diminta untuk diawasi secara maksimal. “Waktu itu sudah disampaikan ke (Direktorat Jenderal) Bea Cukai untuk di tempat yang rawan terhadap penyelundupan, baik ekspor maupun impor supaya mereka ditertibkan dari jumlah orang, dari manajemen, termasuk juga pelarangan ekspor Minerba,” papar Menkeu.

Sementara itu, menanggapi aturan pelarangan ekspor tambang mentah, Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengaku tidak khawatir dengan kehilangan potensi pajak akibat penghentian ekspor tambang mentah. "Pajak pasti berkurang, tetapi jangan gara-gara itu kita nggak lakukan. Kita nggak mau mineral alam kita dikeruk habis-habis dan dibawa ke luar negeri dan diekspor. Penerimaan pajak berkurang itu nggak masalah, kita bisa cari uang dari tempat lain, bukan hanya dari tambang," kata Dirjen Pajak.

Menurutnya, potensi kehilangan pajak dari adanya aturan tersebut tidak besar. Dirjen Pajak memperkirakan, potensi hilang pajak hanya sebesar Rp12 triliun hingga Rp13 triliun. Dirjen Pajak menilai, aturan yang dibuat bersama oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tersebut cukup baik, yang mana mensyaratkan barang tambang diolah terlebih dahulu di dalam negeri untuk menghasilkan nilai tambah, bukan diekspor dalam bentuk mentah.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar