Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Kementerian Keuangan Terus Pantau Perkembangan APBN 2014

Selasa, 11 Februari 2014 13:07 WIB
Dibaca 495

Monexnews - Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dilakukan jika ada perubahan asumsi dalam APBN 2014. Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap APBN 2014. "Kita nunggu timing yang tepat. Kita kan tentunya terus review, kita pantau dari sisi makro. APBN-P (APBN Perubahan) kalau perubahan asumsi signifikan," demikian dijelaskan Direktur Jenderal Anggaran Askolani di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut ia menerangkan, lifting minyak tahun ini hanya mencapai 804 ribu barel perhari, lebih rendah dari asumsi APBN 2014 yang sebesar 870 ribu barel perhari. Angka tersebut diperoleh dari hasil komunikasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Penurunan tersebut terjadi karena Blok Cepu yang masih belum menghasilkan. "Waktu asumsi 870 ribu barel karena berasumsi Cepu sudah produksi, kemungkinan Cepu baru operasi 2015. Ini proposal awal, ini akan kita bahas di APBN-P," tuturnya.

Ia menambahkan, setiap 10 ribu barel penurunan lifting minyak akan berdampak pada penurunan penerimaan negara sebesar Rp2-3 triliun, dengan asumsi kurs dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price) tidak berubah. Menurutnya, penurunan lifting tidak berpengaruh terhadap anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, subsidi BBM dapat berubah jika terjadi perubahan pada volume dan harga ICP. Selain itu, dampak depresiasi rupiah juga akan berpengaruh.(ans)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar