Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Kenaikan BI Rate Antisipasi Melebarnya Defisit Neraca Berjalan

Rabu, 13 November 2013 13:06 WIB
Dibaca 668

Monexnews - Pemerintah menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang kelima kalinya adalah untuk mengendalikan pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit) di waktu mendatang. Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (12/11).

Menurutnya, langkah bank sentral untuk kembali menaikan BI rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 7,50 persen, sebagai upaya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang dinilai belum sesuai dengan harapan.

“Kalau buat kita sebenarnya penurunannya (defisit transaksi berjalan) sudah cukup dalam, dari 4,4 persen terhadap PDB sampai 3,5-3,6 persen terhadap PDB. Tapi mungkin dirasakan perlu adanya upaya untuk sedikit mengendalikan ekonomi,” ungkapnya.

Bambang juga menekankan bahwa penanganan defisit transaksi berjalan ini tidak bisa hanya melalui kebijakan BI saja, tetapi harus bersama dengan dengan pemerintah. "Namanya kestabilan makroekonomi itu ada dua yaitu kebijakan fiskal dan moneter, jadi BI melakukan porsinya seperti yang dilakukan hari ini, dan kita akan melakukan porsi kita agar defisit transaksi berjalan tidak melebar terlalu dalam,” urainya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui, kenaikan BI rate sudah melalui perhitungan yang matang karena bank sentral sudah berdiskusi dengan pemerintah. Namun, harus diakui bahwa dengan BI rate yang tinggi dan diikuti landing rate yang meningkat maka akan ada sektor riil yang mengalami kesulitan, dan hal tersebut yang harus dijaga oleh pemerintah.

“Kita akan menjaga betul agar mereka tidak kesulitan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Apalagi kalau sampai tidak bisa membayar cicilan ini semua yang harus kita pikirkan di sektor riil,” pungkasnya. (ans)

 

Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar