Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

Kenaikan BI Rate Bantu Rupiah Tidak Terdepresiasi Lebih Dalam

Kamis, 29 Agustus 2013 17:19 WIB
Dibaca 611

Monexnews - Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuannya (BI rate) sebesar 50 basis points menjadi 7 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) dinilai positif untuk membantu menahan kejatuhan nilai tukar rupiah sejak pertengahan Agustus lalu.

Meskipun demikian, kebijakan tersebut cukup disayangkan karena tidak dilakukan secara bertahap. "Setuju BI rate naik 50 bps jadi 7 persen, walaupun sebenarnya mestinya pada RDG BI sebelumnya naik 25 bps dan hari ini naik 25 bps lagi. Kalau naiknya bertahap, maka polanya lebih baik dalam membantu menahan kejatuhan nilai tukar rupiah," ujar Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto di Jakarta, Kamis (29/8).

Menurutnya, BI sudah mengambil keputusan yang benar dengan menaikkan BI rate. Hal ini, menurutnya, akan memberikan efek positif dalam mengerem laju inflasi dan ekspektasinya, serta membantu menjaga kurs rupiah tidak semakin terpuruk, karena suku bunga dalam rupiah menjadi lebih atraktif.

Selain itu, kenaikan BI rate juga akan memperkuat likuiditas dolar Amerika Serikat (AS), meskipun ada rumor soal tapering-off quantitative easing jilid III oleh Bank Sentral AS (The Fed). Ryan menambahkan, keputusan ini akan mengembalikan kepercayaan pasar, baik money market maupun capital market. "Cadangan devisa akan terjaga dengan baik karena BI tidak harus intervensi pasar secara langsung," terangnya.

Pihaknya meyakini BI akan tetap mengawal nilai tukar rupiah agar terjaga melalui bauran kebijakan moneter yang lain, seperti menaikkan bunga Fasilitas Pinjaman Bank Indonesia (FasBI) ke level 5,25 persen dan membuat Sertifikasi Deposito BI dengan tenor beragam. Hanya saja, kenaikan BI rate kali ini akan mendorong Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menaikkan LPS rate sebesar 50 bps menjadi 6,75 persen. "Ujungnya akan mendorong bank-bank juga menaikkan bunga, baik dana dan kredit setidaknya 50 bps. Bahkan beberapa bank diketahui sudah menaikkan bunganya sebelum keputusan RDG BI hari ini," imbuhnya.

Pihaknya berharap, kenaikan BI rate dan bunga bank tidak akan menekan pertumbuhan ekonomi karena banyak sektor ekonomi tetap prospektif untuk dibiayai. Jika bunga kredit naik, maka perbankan tidak akan terlalu terbebani karena pernah mengalami bunga kredit yang lebih tinggi. "Jadi kenaikan BI rate selain untuk mengendalikan inflasi dan menguatkan nilai tukar rupiah tanpa harus memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.(ans)

 

Sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar