Jumat, 26 Mei 2017

world-economy  World Economy

Kenaikan Inflasi Konsumen Jepang Masih Dipengaruhi Pajak

Jumat, 27 Juni 2014 7:56 WIB
Dibaca 493

Monexnews - Inflasi inti tingkat konsumen di Jepang melambat tipis di bulan Mei di luar dampak dari kenaikan pajak penjualan, dan diperkirakan akan melambat pada bulan berikutnya seiring dorongan dari pelemahan yen memudar, membuat bank sentral tetap berada di bawah tekanan untuk mempertahankan stimulus besar-besaran miliknya. Data terpisah menunjukkan tingkat belanja masyarakat terus turun di bulan Mei, setelah tertekan oleh kenaikan pajak penjualan domestik tanggal 1 April lalu, menambah jumlah permasalahan yang dihadapi oleh negara perekonomian terbesar ketiga dunia tersebut.

Tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam lebih dari 1 dekakde, sementara tingkat permintaan buruh mencapai level tertinggi dalam 2 dekade, namun butuh waktu bagi penguatan pada pasar tenaga kerja untuk menaikkan belanja konsumen pasca kenaikan pajak. CPI inti level nasional, yang mengikutsertakan produk minyak namun selain harga makanan segar, naik sebanyak 3.4% dalam tahun ini hingga bulan Mei, menurut data hari Jumat, sesuai estimasi pasar. Data tersebut merupakan laju paling cepat sejak April 1982 seiring kenaikan pajak penjualan mendorong naik harga. Di bulan April, inflasi inti konsumen naik dalam laju tahunan sebeasr 3.2%. Di luar kenaikan pajak penjualan, inflasi inti konsumen berada pada 1.4%, sedikit lebih rendah dari kenaikan tahunan sebear 1.5% pada bulan sebelumnya. BOJ memperkirakan bahwa kenaikan pajak menjadi menjadi 8% dari 5%, yang  dimulai pada tanggal 1 April, akan menambah sekitar 1.7% pada tingkat inflasi konsumen Jepang di bulan April dan 2.0% mulai dari Mei dan seterusnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar