Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Kenaikan PPnBM, Tanda Pemerintah Serius Perbaiki Transaksi Berjalan

Kamis, 5 Desember 2013 14:31 WIB
Dibaca 376

Monexnews - Kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil mewah sampai dengan tas bermerek, pada dasarnya merupakan sinyal bahwa pemerintah serius melakukan perbaikan posisi transaksi berjalan dan berbagai indikator lain. 

"PPnBM terhadap barang mewah karena ini menunjukkan ada urgensi. Jadi, barang-barang yang sebetulnya kita tidak bisa konsumsi, ya kita kurangi lah. Caranya dilakukan dengan PPnBm ini. Jangan diharapkan bahwa PPnBM dinaikin defisit transaksi berjalan turun," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri, Rabu (4/12).

Menurut Menkeu, kebijakan PPnBM memang tidak signifikan dalam mendorong penurunan posisi defisit neraca dari segi jumlah, karena jumlah barang mewah khususnya mobil tidak begitu banyak. Namun, Menkeu yakin hal tersebut dapat memunculkan pesan pada pasar bahwa pemerintah serius mengurangi impor. "Jumlah mobil mewah di Indonesia berapa sih? Seribu? Tidak cukup besar untuk mendorong penurunan secara signifikan," kata Menkeu.

Seperti diketahui, beberapa kebijakan telah digulirkan Kementerian Keuangan dalam rangka menindaklanjuti paket kebijakan Agustus lalu. Salah satu yang akan dikeluarkan Kementerian Keuangan adalah revisi terhadap aturan besaran PPnBM. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan bisa mengurangi volume impor produk konsumsi, sehingga neraca perdagangan membaik. (nic)


Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar