Selasa, 17 Januari 2017

world-economy World Economy

Kenaikan Suku Bunga China Tergantung pada Data Ekonomi Kuartal I

Rabu, 6 Maret 2013 16:51 WIB
Dibaca 611

Monexnews - Pelaku pasar keuangan tengah mencermati kemungkinan perubahan kebijakan moneter China dalam waktu dekat, khususnya mencakup perubahan suku bunga acuan. Menurut penasihat People Bank of China (PBOC), eksekusi kenaikan suku bunga akan sangat bergantung pada hasil laporan ekonomi di kuartal pertama.

"Semua tergantung pertumbuhan ekonomi dan indeks harga konsumen," ujar Chen Yulu, Profesor Ekonomi yang juga merupakan anggota dewan penasihat PBOC. Pendapat tersebut terlontar sebagai jawaban atas pertanyaan awak media tentang apakah suku bunga akan dinaikkan oleh PBOC tahun ini.

Berbicara di tengah Kongres Rakyat Nasional, Chen mengungkapkan negaranya akan menghadapi tekanan inflasi dahsyat di semester ke-dua 2013. Hal itu merupakan konsekuensi dari segala pelonggaran moneter yang sedang diberlakukan oleh bank-bank sentral di seluruh dunia. "Situasi perang mata uang sudah mengerikan dan China jelas menjadi korbannya," urai Chen. Untuk mencapai target inflasi harga konsumen 3,5% tahun ini, menurutnya China harus mulai mengontrol suplai uang. Pemerintah sendiri sudah menurunkan target M2 (indikator utama suplai uang) di 13% untuk tahun 2013. Rasio tersebut lebih rendah dibandingkan target tahun lalu yang sebesar 14%. Chen mengatakan bahwa penurunan target suplai uang disebabkan oleh kekhawatiran pemerintah terhadap tekanan inflasi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar