Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Kenaikan Upah Pekerja Jepang Tertahan Risiko Kebijakan Trump

Kamis, 16 Maret 2017 15:26 WIB
Dibaca 3153

Monexnews - Perusahaan-perusahaan besar Jepang mendulang rekor laba pada tahun lalu. Namun laba itu tidak berdampak signifikan pada kenaikan upah para karyawannya. Kebijakan di Amerika Serikat dan perkembangan politik di Eropa membayangi upaya kenaikan upah pekerja.

Panasonic Corp. Toyota Motor Corp., Nissan Motor Co. dan Hitachi Ltd. mengumumkan peningkatan tipis upah para pekerjanya untuk tahun ini. Hal ini mencerminkan sikap kehati-hatian dari perusahaan berorientasi ekspor ini terhadap masa depan pasar mereka menyusul  berkuasanya Presiden AS Donald Trump, demikian pendapat kepala ekonom Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami.

“Hasil negosiasi upah pekerja lemah, khususnya pada perusahaan eksportir. Saya pikir ketidakpastian kebijakan pemerintahan Trump menjadi pertimbangan,” ujar Minami.

Kenaikan upah bulanan di lima perusahaan terbesar, termasuk tiga perusahaan manufaktur terbesar, rata-rata naik 1.240 yen ($11), berdasarkan negosiasi antara perusahaan dan serikat pekerja. Trump telah mengancam akan menaikkan pajak impor yang bisa merugikan ekspor Jepang, termasuk mobil-mobil Toyota, sementara rencana Inggris keluar Uni Eropa bisa menurunkan ekspor Nissan, yang memiliki pabrik di sana.

Keuntungan perusahaan-perusahaan Jepang mencetak rekor kenaikan profit sebesar 20,8 triliun yen atau 2433 triliun rupiah di kuartal terakhir, menurut data Kementerian Keuangan.

Toyota, perusahaan manufaktur terbesar Jepang, melihat kebijakan perdagangan AS dan pemilu Jerman dan Perancis sebagai risiko besar di tahun ini. Tetsuya Otake, pejabat Toyota, mengatakan pihaknya akan mengamati perkembangan kebijakan Trump.

 

 

(Irdy)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar